Menuju konten utama

Salah, Jubir ESDM Minta Warga Pakai Solar Jika Pertamax Naik

Jubir ESDM Dwi Anggia tidak pernah menyampaikan permintaan agar warga beralih menggunakan solar jika harga Pertamax naik.

Salah, Jubir ESDM Minta Warga Pakai Solar Jika Pertamax Naik
Header Periksa Fakta Jubir ESDM. tirto.id/Fuad
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Beredar unggahan di media sosial Threads mengklaim sebuah artikel diterbitkan dengan menuliskan klaim bahwa Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia meminta masyarakat untuk menggunakan solar yang berharga murah sebagai ganti jika Pertamax naik harga.

Unggahan tersebut disebarkan oleh akun Threads @wildan_sma (arsip) pada Senin (15/06/2026). Dalam unggahan tersebut memperlihatkan Dwi Anggia mengenakan baju putih dan kerudung merah muda.

β€œKOMPOS.CORN. Pertamax Jadi Rp 16.250 per Liter. Dwi Anggia, selaku Jubir Menteri ESDM : Ada Solar Yang Murah, Pakai Itu Saja. Sama-sama BBM kan?” Begitu narasi tertulis dalam gambar.

Pengunggah juga menuliskan narasi, β€œMungkin ibu ini gak tau kalo Mobil Juga pake OLI 😁,” dalam unggahan tersebut.

Sampai artikel ini ditulis pada Rabu (17/06/2026), unggahan tersebut telah mendapatkan 2 komentar dan 186 kali dilihat. Salah satu komentar menuliskan kritik terhadap pemerintahan.

β€œYa Tuhan , Indonesia ngak kekurangan orang pintar ...kenapa yg masuk pemerintahan sebagian besar orang 1/2 kurang full gini 😭😭.” Begitu salah satu komentar dalam unggahan.

Tirto juga menemukan unggahan serupa pada akun Facebook β€œLala Lele,” akun Instagram @viralitasterkini dan akun X @LambeSahamjja. Semua unggahan tersebut menampilkan unggahan serupa terkait Jubir ESDM minta warga pakai solar murah jika Pertamax naik harga.

Lantas, bagaimana kebenaran klaim tersebut?

Periksa Fakta Jubir ESDM

Periksa Fakta Jubir ESDM. FOTO/Hotline Periksa Fakta Tirto

Penelusuran Fakta

Untuk memverifikasi klaim tersebut, pertama-tama Tirto melakukan pencarian gambar terbalik (reverse image) untuk menemukan gambar asli. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.

Kami justru diarahkan pada laman arus media utama Antara, yang menyatakan hal serupa tidak ditemukan dalam pemberitaan maupun pernyataan resmi dari Kementerian ESDM, yaitu pernyataan yang menyebut Dwi Anggia meminta masyarakat beralih menggunakan solar karena harga Pertamax mengalami kenaikan.

Dalam laman Antara, Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia membantah dirinya menyamakan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax dengan subsidi jenis solar.

β€œIni berita bohong dan fitnah. Saya tidak pernah keluarkan statement seperti ini. Ini ada pihak yang sengaja menyalahgunakan foto saya dan ditempel dengan caption hoax. Medianya ditulis Kompos.corn,” begitu jelas Dwi, dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (15/06/2026).

Melansir laman Kompas, ditemukan gambar identik dengan unggahan tersebut. Gambar tersebut menampilkan Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Faktanya, saat itu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyampaikan bantahan terkait kabar yang menyebut pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Pulau Jawa karena menipisnya pasokan batubara untuk pembangkit listrik. Ia juga membantah isu yang menyebut akan terjadi pemadaman listrik secara lebih luas akibat krisis pasokan energi.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menyampaikan bahwa gangguan listrik yang terjadi murni disebabkan persoalan teknis dan tidak berkaitan dengan ketersediaan pasokan batu bara.

β€œTidak ada pasokan batu bara yang menipis. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis. Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang,” begitu keterangan Anggia di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Selain itu Anggia juga membahas, proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan batu bara yang masih berlangsung tidak mengganggu suplai bahan bakar untuk pembangkit listrik nasional. Dalam pertemuan itu Anggia tidak pernah menyebut agar warga beralih ke solar jika harga Pertamax naik.

β€œJadi tidak ada gangguan terkait dengan pasokan atau suplai energi untuk PLN,” begitu pungkas Anggia.

Lebih lanjut, Tirto mengetikkan kata kunci β€œJubir ESDM minta warga pindah ke Solar dari Pertamax,” pada mesin pencarian Google. Hasil pencarian mengarah ke laman Liputan6, yang menuliskan bahwa postingan artikel Jubir Kementerian ESDM meminta masyarakat memakai solar setelah Pertamax naik harga adalah hoaks.

Jika diteliti lebih lanjut pada unggahan yang beredar, artikel yang diklaim dirilis oleh media bernama KOMPOS.CORN adalah nama akun atau media palsu di media sosial yang tidak terdaftar pada dewan pers. Akun ini menyebarkan berita bohong dengan menempelkan informasi palsu (hoax) pada foto pejabat atau tokoh publik.

Adapun penyesuaian harga Per 10 Juni 2026 oleh PT Pertamina Patra Niaga dengan kenaikan harga produk BBM non subsidi jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp 16.250 per liter dilakukan setelah berkoordinasi dengan pemerintah sebagai regulator. Penyesuaian harga tersebut dilakukan melalui mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.

Perubahan harga BBM nonsubsidi itu juga merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebutkan bahwa Juru Bicara Kementerian ESDM minta warga beralih menggunakan solar jika harga Pertamax naik adalah salah dan menyesatkan (false and misleading).

Jubir ESDM Dwi Anggia tidak pernah menyampaikan permintaan agar warga beralih menggunakan solar jika harga Pertamax naik. Gambar asli yang beredar adalah momen Anggia menyampaikan alasan terjadinya gangguan listrik di sejumlah Pulau Jawa. Ia mengatakan, gangguan tersebut murni disebabkan persoalan teknis dan tidak berkaitan dengan ketersediaan pasokan batu bara.

Adapun media KOMPOS.CORN yang diklaim menerbitkan klaim tersebut adalah akun atau media palsu yang tidak terdaftar dalam dewan pers.

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Decode, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.

Baca juga artikel terkait KEMEN ESDM atau tulisan lainnya dari Tim Riset Tirto

tirto.id - Periksa Fakta
Penulis: Tim Riset Tirto
Editor: Tim Riset Tirto