Menuju konten utama

Harga Pertamax Naik, Warga Beralih ke Pertalite di Subang

Tingginya permintaan Pertalite membuat stok di Jalur Pantura, Subang mulai langka. Hal ini terjadi karena imbas harga Pertamax melonjak naik.

Harga Pertamax Naik, Warga Beralih ke Pertalite di Subang
Antrean kendaraan untuk mengisi Pertalite di sejumlah SPBU di Subang masih terpantau padat, antrian masih terpantau panjang. Foto: Tirto/SubangInfo
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dampak naiknya harga Pertamax yang harganya saat ini mencapai Rp 16.250 /liter, berimbas pada meningkatnya permintaan BBM jenis pertalite.

Tingginya permintaan BBM bersubsidi jenis Pertalite, membuat stok Pertalite di sejumlah SPBU di jalur pantura, Subang, Jawa Barat, mulai menipis. Bahkan ada beberapa SPBU yang stoknya kosong.

Sementara itu peminat BBM non Subsidi Pertamax sejak kenaikan harga BBM non subsidi tersebut, peminatnya menurun drastis.

Kenaikan harga Pertamax ini berdampak merosotnya penjualan. Sementara Pertalite mengalami lonjakan permintaan yang sangat signifikan di jalur Pantura.

‎Pantauan di salah satun SPBU Al-Maskar di Desa Ciberes, Kecamatan Patokbeusi , Kabupaten Subang, Jawa Barat, terlihat antrean panjang kendaraan baik roda dua maupun roda empat masih terlihat mengantre untuk mendapatkan Pertalite, sementara area Pertamax terlihat lengang.

‎‎Pengawas SPBU Al-Maskar Ciberes, Sunardi, menyebut kenaikan harga pertamax berdampak pada perubahan pola konsumsi BBM masyarakat, yang biasanya membeli Pertamax saat harga masih Rp 12.300, namun setelah harga naik pada 10 Juni lalu menjadi Rp 16.250, kini masyarakat memilih beralih ke Pertalite.

‎"Sejak harga Pertamax naik, banyak konsumen yang beralih menggunakan Pertalite. sampai hari ini permintaan Pertalite terus meningkat, sementara pengguna Pertamax mengalami penurunan yang sangat drastis," kata Sunardi.Sabtu (13/6/2026)

‎Menurut Sunardi, ‎di SPBU Al-maskar Ciberes, penjualan Pertamax yang sebelumnya mencapai sekitar 3 ton / per hari kini turun menjadi kisaran 2 ton. Selain penurunan pembelian, distribusi pasokan BBM juga mengalami kendala karena keterlambatan pengiriman.

" Sebelum kenaikan, biasanya penjualan Pertamax mencapai 3 ton, kini hanya 2 ton saja, masyarakat yang biasa beli Pertamax beralih ke Pertalite," tegas Sunardi.

Sinta salah seorang pengguna kendaraan roda dua mengaku rela antri hingga setengah jam untuk mendapatkan pertalite.

"Mau gimana lagi biasanya saya isi Pertamax, tapi saat ini harganya mahal, jadi lebih memilih beli Pertalite walaupun harus antre karena banyaknya warga yang juga sama beralih ke Pertalite," ucapnya.

Hingga memasuki Sabtu siang ini, antrean kendaraan untuk mengisi Pertalite di sejumlah SPBU di Subang masih terpantau padat, antrean masih terpantau panjang

Baca juga artikel terkait BBM NAIK atau tulisan lainnya dari Subang Info

tirto.id - Flash News
Penulis: Subang Info
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama