Menuju konten utama

Rizieq Shihab Buka Suara soal Insiden Penembakan 6 Laskar FPI

Rizieq Shihab merespons kejadian penembakan yang menyebabkan enam anggota Laskar FPI meninggal di Tol Jakarta-Cikampek, Senin lalu.

Rizieq Shihab Buka Suara soal Insiden Penembakan 6 Laskar FPI
Mobil ambulans membawa jenazah pengikut pentolan FPI Rizieq Shihab meninggalkan RS Polri Kramat Jati di Jakarta, Selasa (8/12/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso.

tirto.id - Rizieq Shihab mengklaim ketika perjalanan menuju ke lokasi pengajian, ia dan rombongannya tak mengira akan diusik oleh pihak kepolisian. Imbas dari kejadian itu enam anggota Laskar FPI tewas ditembak anggota kepolisian.

“Tidak ada satu pun di antara kami, baik saya dan keluarga maupun seluruh laskar pengawal, yang mengira kalau yang mengejar, memepet, mengganggu adalah kepolisian. Sama sekali kami tidak pernah menduga,” ujar Rizieq melalui akun Youtube media yang berafiliasi dengan FI, Front TV, Rabu (9/12/2020).

Menurut Rizieq, penyerang rombongannya adalah orang-orang jahat yang ingin mencelakai mereka. Jumlah mobil kepolisian yang menguntit rombongan, Rizieq menyebut ‘banyak sekali dan silih berganti’. Mobil yang ditumpangi Rizieq ada di paling depan, diikuti dengan mobil berikutnya, dan dua mobil yang dinaiki anggota laskar ada di paling belakang untuk menghalau penyerang.

Pentolan FPI ini menyebut anggota laskar tak membawa senjata apa pun. “Bahwa tuduhan pengawal kami dipersenjatai, adalah fitnah besar. Bohong besar. Kami tidak mengira akan diperlakukan seperti itu,” jelas dia.

Anggota laskar yang terlibat dalam kejadian ini merupakan ‘pengawal standar keluarga biasa’. Rizieq mengklaim ada empat mobil yang berisi dirinya, anak, cucu, menantu, dan kerabat. Upaya yang dilakukan untuk menghalau mobil penguntit Rizieq, kata dia, hanya menjalankan tugas dan tidak mencelakai orang lain.

Tanpa para laskar, sambung Rizieq, bisa saja ia dan keluarganya yang digiring ke lokasi pembantaian dan menjadi korban. Rizieq juga merespons soal rekaman suara para laskar yang viral beredar di media sosial. Menurutnya, para laskar tersebut senang karena dirinya dan keluarga berhasil lolos dari kejaran kepolisian saat itu.

“Begitu mereka melihat saya dan keluarga sudah berhasil meluncur [bebas dari kejaran], mereka [laskar] senang. Padahal sebentar lagi mereka akan dibantai [oleh polisi], digiring ke medan pembantaian,” kata Rizieq.

Berdasarkan temuan FPI, kondisi enam jenazah laskar FPI yang tewas dalam perseteruan di Tol Jakarta-Cikampek Kilometer 50, Senin (7/12/2020), ada lubang peluru.

“Pertama, seluruh jenazah syuhada terdapat lebih dari satu lubang peluru. Kedua, tembakan terhadap para syuhada tersebut memiliki kesamaan sasaran yaitu semua tembakan mengarah ke jantung,” kata Ketua Umum DPP FPI Ahmad Shabri Lubis dalam keterangan tertulis, Rabu.

Ketiga, berdasar bekas tembakan yang menurut pendapat ahli ketika memandikan jenazah, para korban ditembak dari jarak dekat. Empat, masih menurut ahli, tembakan ke arah jantung dilakukan dari depan.

Kelima, di tubuh korban terdapat tanda penyiksaan. Para korban tewas adalah Andi Oktiawan, Ahmad Sofiyan alias Ambon, Faiz Ahmad Syukur, Muhammad Reza, Lutfi Hakim, dan Muhammad Suci Khadavi.

Baca juga artikel terkait PENEMBAKAN LASKAR FPI atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Maya Saputri