Menuju konten utama

Risma Harap Roda Ekonomi Surabaya Normal Kembali Setelah Teror Bom

Teror bom yang terjadi di Surabaya pekan lalu berdampak pada roda perekonomian di Kota Pahlawan.

Risma Harap Roda Ekonomi Surabaya Normal Kembali Setelah Teror Bom
Walikota Surabaya Tri Rismaharini meninjau di lokasi ledakan di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

tirto.id - Roda perekonomian di Surabaya, Jawa Timur sedang mengalami penurunan setelah teror bom yang terjadi di sejumlah lokasi sepekan lalu, demikian menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pada Minggu (20/5/2018).

"Ya agak turun tapi mudah-mudahan cepat normal kembali," katanya.

Pihaknya berharap agar situasi dan kondisi di Surabaya berlangsung kondusif sehingga warga bisa melakukan aktivitas seperti biasa dan juga investor tidak khawatir berinvestasi di Surabaya.

Hal sama dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya Jamhadi. Ia mengatakan pihaknya tidak menyangka jika selama ini Surabaya dikenal aman dan nyaman, namun menjadi target teroris.

"Dengan adanya kejadian itu tentu, semua pihak yang ada di Surabaya harus merapatkan barisan menunjukkan ke dunia luar bahwa di Surabaya aman untuk tinggal, wisata dan bisnis," katanya.

Menurut dia, salah satu yang sudah dilakukan Kadin Surabaya membangun kepercayaan dengan dunia luar adalah memberikan penjelasan kepada para tamu luar negeri di acara pertemuan Surabaya Bisnis Forum di Hotel Bumi Surabaya pada 16 Mei 2018.

"Kami jelaskan kepada para tamu bahwa Surabaya dan Jatim aman," katanya.

Ketua Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Wilayah Jawa Timur Mohammad Supriyadi sebelumnya menyatakan aksi terorisme berupa peledakan bom di Surabaya dan Sidoarjo menurunkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Kota Pahlawan dan sekitarnya.

"Dari sisi produksi, mencegah para pekerja untuk masuk kerja atau melakukan kegiatan produksi," katanya.

Selain itu, lanjut dia, dari sisi logistik, adanya razia, pengamanan dan penutupan jalan mengganggu distribusi logistik regional. Secara makro mengganggu roda ekonomi baik mingguan, maupun bulanan, sehingga pertumbuhan ekonomi triwulanan terganggu.

"Dari sisi konsumsi juga mengurangi jumlah total konsumsi karena adanya penurunan pengunjung pada pusat perbelanjaan ritel maupun grosir," katanya.

Peristiwa ledakan bom secara berturut-turut terjadi di tiga gereja dan Mapolrestabes Surabaya pada Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018). Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan orang meninggal dan puluhan orang luka-luka.

Baca juga artikel terkait BOM SURABAYA

tirto.id - Ekonomi
Sumber: antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra