Menuju konten utama

Ramadan dan Efek Ekonomi

Ada lebih dari 1,6 miliar Muslim di dunia . Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dengan jumlah lebih dari 196 juta orang. Sementara, 3,3 juta umat Muslim tinggal di Amerika Serikat. Di Amerika tingkat penjualan makanan beku selama bulan puasa mengalami peningkatan yang lumayan tinggi, setidaknya ada kenaikan 20-30% kebutuhan makanan beku selama bulan ramadan. Hal serupa juga ditemukan di Uni Emirat Arab.

Ramadan dan Efek Ekonomi
Pekerja menyusun bingkisan untuk lebaran di Tangerang, Banten, Jumat (17/6). Antara foto/lucky r./pras/16

tirto.id - Google Indonesia menyebutkan selama ramadan 2015, sebanyak 81% penelusuran terkait Ramadan dilakukan pada perangkat seluler dan waktu tonton YouTube pada seluler mencapai 13%. Jelas bahwa pemasar yang ingin menjangkau konsumen harus hadir pada perangkat seluler. Ramadhan juga waktu untuk membangun merek. Merek-merek besar, seperti LINE, Royco, dan Traveloka, dibangun secara online dengan iklan video selama Ramadan. Ketiga merek ini membuat iklan bertema Ramadan yang masuk ke daftar sepuluh iklan teratas untuk tahun 2015.

Dalam laporan yang disusun oleh University of Leicester pada 2011 diketahui bahwa bulan puasa dapat memengaruhi pasar saham secara positif. Laporan itu dibuat berdasarkan riset di 14 negara Bahrain, Mesir, Indonesia, Jordania, Kuwait, Malaysia, Maroko, Oman, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Tunisia, Turki dan Uni Emirat Arab pada rentang waktu 1989 dan 2007. Hasilnya selama bulan ramadan stock market returns di negara-negara itu sembilan kali lebih tinggi daripada bulan-bulan biasanya.

Ada lebih dari 1,6 miliar Muslim di dunia . Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dengan jumlah lebih dari 196 juta orang. Sementara, 3,3 juta umat Muslim tinggal di Amerika Serikat. Di Amerika tingkat penjualan makanan beku selama bulan puasa mengalami peningkatan yang lumayan tinggi, setidaknya ada kenaikan 20-30% kebutuhan makanan beku selama bulan ramadan. Hal serupa juga ditemukan di Uni Emirat Arab.

Baca juga artikel terkait atau tulisan lainnya dari Arman Dhani

Reporter: Arman Dhani
Penulis: Arman Dhani
Editor: Nurul Qomariyah Pramisti