Indeks Wawancara Khusus
"Istilah Makar Digunakan dengan Salah Kaprah"
"Makar" dipakai untuk mengganti kata "aanslag" dalam KUHP Belanda. Inilah salah kaprah laten yang membuat istilah "makar" bisa dipakai seenaknya penguasa.
"Jika Tak Terbukti Makar, Berarti Pemerintah Lemah & Takut"
Desmond J. Mahesa menganggap penangkapan tersangka makar lebih baik dibanding saat ia diculik Soeharto. Namun, jika tak bisa membuktikan tuduhan, pemerintah berarti asal-asalan, lemah, takut dan nakut-nakutin.

"Nggak Ada Kepentingan Politik, MUI Hanya Keagamaan"
K.H. Ma'ruf Amin menyangkal MUI telah memberi legitimasi terhadap aksi 4 November maupun aksi 2 Desember. Tidak ada politik hanya kepentingan keagamaan saja, katanya.
"Jangan Kaitkan Saya dengan Demo 212"
212. Ken Ken, pemeran serial Wiro Sableng di televisi, bicara tentang penistaan agama, sikapnya sebagai muslim dan cerita-cerita tentang Wiro Sableng.
"Saat Dijajah Belanda Cuma 1 Orang Papua Dibunuh, Sekarang?"
Filep Karma belum lama bebas dari penjara. Namun nyalinya tak ciut. Ia mengungkapkan alasan mengapa Papua layak merdeka dari Indonesia.
"Coworking Space itu Arwahnya Bukan Menyediakan Ruangan"
Membentuk coworking space yang memiliki ekosistem yang baik memang bukan perkara mudah. Sama halnya membuat coworking space menjadi bisnis yang menguntungkan. Inilah yang menjadi tantangan di Indonesia.

"Kalau Novanto Jadi Ketua DPR, Ade Mau Ditaruh Mana?"
Berbekal argumen memperbaiki citra partai, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto berniat merebut kembali jabatannya sebagai Ketua DPR dari tangan Ade Komarudin. Pada Jumat (25/11/2016), Setya Novanto telah menghimpun dukungan seluruh DPD I Partai Golkar. Benarkan ia sudah mendapatkan dukungan penuh dari Golkar?

"Castro Jadi Titik Tolak Pemberontakan Klasik Amerika Latin"
Pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro, meninggal. Apa saja sumbangan Castro bagi gerakan kiri di Amerika Latin hingga Indonesia?

"Biksu di Myanmar Dijadikan Alat Politik Oleh Militer"
Apa yang sebenarnya terjadi pada etnis Rohingya? Direktur Burma Human Rights Network (BHRN) Kyaw Win bercerita banyak soal itu, mulai dari apatisnya pegiat demokrasi dan kalangan terdidik di sana, para biksu yang jadi alat junta militer mengontrol massa sampai keterlibatan Cina yang memperkeruh konflik di negara bagian Rakhine.
"Persoalan Jakarta Tidak Bisa Diselesaikan oleh Agama"
Terkait kasus yang menimpa Ahok, Direktur CSIS Philips Vermonte menjawab mengapa keterlihatan massa 'wong cilik' PDIP sekarang tak kentara, baik dalam bentuk posko-posko seperti di awal reformasi maupun dalam bentuk pengerahan massa.
"Saya Nggak Berani Masuk Penjara"
Buni Yani ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Apa yang sebenarnya terjadi sebelum, sesaat dan setelah ia mengunggah video Ahok tentang Surat al-Maidah?
"Politik Lesser Evil Itu Bullshit"
Harry Sutresna a.k.a Ucok alias Morgue Vanguard, bicara tentang musik, nasionalisme, konflik agraria, dan kehidupannya.
"Kami Tidak Pernah Mendapat Pemberitahuan soal Pemblokiran"
Pemerintah memblokir portal berita yang dituding menebar kebencian, provokasi, menebar persoalan Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), atau kebencian. Salah satunya Suarapapua.com. Benarkah situs tersebut menyebarkan provokasi?

"Celurit yang Dipakai Membunuh Disimpan sebagai Kebanggaan"
Tak banyak karya yang membahas carok secara mendalam. Wawancara Tirto dengan Latief, penulis buku Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura mengungkap tentang hal-hal yang berkaitan dengan carok.
"Pasien yang Berniat Operasi Plastik Harus Tahu Risikonya"
Memiliki kulit yang putih, mulus dan cantik menjadi dambaan banyak kaum Hawa. Berbagai kosmetika yang menawarkan kulit menjadi lebih putih dan mulus laris manis. Masyarakat masih menyukai segala sesuatu yang instan dan memberikan hasil cepat.
"Dengan Kondisi Ini, Orang Bisa Bersimpati kepada Ahok"
Polisi menetapkan Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Menariknya, Ahok tak berniat mengajukan gugatan praperadilan meski memiliki hak untuk melakukannya.

"Ada yang Mengambil Keuntungan dari Kekeliruan Ahok"
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok akhirnya menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Ayzumardi Azra, mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah, menyebutkan adanya kalangan Islam yang memanfaatkan kasus ini, selain menekankan bahwa Ahok sudah meminta maaf.
"Hati-hati Share Berita"
Kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta justru terasa ramai dan greget di media sosial. Masing-masing tim pemenangan tiga bakal calon mempersiapkan tim khusus untuk melakukan kampanye di dunia maya. Negative campaign dan black campaign berseliweran.
"BNPT Lebih Banyak Melakukan Pendekatan Formal Seremonial"
Serangan bom yang dilakukan mantan terpidana teroris di Gereja Oikumene Samarinda menimbulkan pertanyaan. Peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dinilai tidak efektif karena tidak mampu mencegah tindak terorisme.
"Ketakutan Muncul Negara Komunis Sebenarnya Sudah Tak Ada"
DPR memasukkan komunisme, Marxisme dan Leninisme sebagai paham terlarang dalam revisi R-KUHP. Bagi setiap orang yang menyebarkan ajaran tersebut di muka publik akan diganjar dengan hukuman pidana 4 tahun penjara. Sedangkan orang yang menyebarkan paham tersebut dengan tujuan mengganti dasar negara akan dikenai sanksi pidana 7 tahun penjara.
Masuk tirto.id








