Indeks Wawancara Khusus

"AHY adalah AHY, SBY adalah SBY"
Agus Harimurti Yudhoyono bercerita tentang proses dirinya mengikuti Pilkada DKI Jakarta, tentang SBY sebagai mentor politiknya, juga tentang kebijakan-kebijakan yang akan dilakukannya jika terpilih menjadi gubernur.

"Kegarangan Bisa Disetel"
Kekuatan milisi sipil berjalan seiring sejarah politik Indonesia, dan terlibat dalam banyak kekerasan negara sejak 1965. Mereka bisa tampil sangat bersemangat dan tumbuh subur berkat kebal-hukum.
"Kandidat Bisa Dipidanakan Kalau Sumber Dana Tidak Sah"
Untuk transparansi sebagai calon pejabat publik, ketiga kandidat gubernur Jakarta harus rapi dalam melaporkan anggaran dana kampanye dan penggunaannya. Batas maksimal adalah Rp203 miliar. Bila ada indikasi sumber dana dari praktik terlarang seperti hasil korupsi atau pencucian uang, kandidat bisa diusut dan dipidanakan.

"Lewat Indonesia, Kami Bisa Mengakses Negara Muslim Lain"
Di Israel, hubungan dagang dengan Indonesia dilakukan secara terbuka. Sebaliknya, Indonesia merahasiakan karena alasan-alasan politik.

"Ini Masalah Uang, Uang Besar"
Penyelenggaraan rumah susun sederhana milik (rusunami) meninggalkan sejumlah masalah. Konflik antara penghuni dan pengelola rusun—yang notabene dikuasai pengembang—kian meruncing. Apa saja masalahnya?

"Semua Rindu Persebaya Berlaga"
Bertahun-tahun Persebaya tak bisa merumput karena konflik internal, sebagai imbas keruwetan persepakbolaan Indonesia. Setitik harapan muncul setelah kemenangan Persebaya dalam gugatan penggunaan nama dan logo. Bagaimana Persebaya selama ini memperjuangkan nasibnya?
"Kalau Mau Tutup, Tutup Saja Pabrik Semen Indonesia"
Gugatan warga atas izin lingkungan pendirian pabrik semen oleh PT Semen Gresik di Kendeng dimenangkan MA. Namun, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo malah memberikan izin baru atas nama PT Semen Indonesia. Apa alasan Ganjar menerabas putusan MA?

"Media yang Gelap & Dibuat Buzzer Akan Ditutup Otomatis"
Publik sering kesulitan membedakan mana jurnalisme mana propaganda, mana berita akurat mana berita bohong. Inilah pandangan Dewan Pers tentang membanjirnya berita hoax, situs abal-abal, dan rencana mengatasinya.

"Kecil Peluang Pemerintah Menaati Putusan Class Action"
Akses atas perumahan adalah hak dasar warga. Namun negara mengabaikan. Jika penggusuran digugat, pemerintah bisa kalah, tapi sudah lazim pemerintah membangkang pada putusan pengadilan.

"Intoleransi Jadi Masalah Jika Negara Tidak Bertindak"
Romo Franz Magnis-Suseno berbicara tentang kasus Ahok dan gejala intoleransi yang semakin menguat belakangan ini.

"Di Palestina Umat Kristen Melafalkan 'Allah' di Mana-Mana"
Seorang pendeta Protestan Lutheran di Bethtlehem, berkisah tentang hubungan Muslim-Kristiani di Palestina. Juga tentang rasanya menjadi orang Palestina di tengah kepungan Israel.

"Saya Betul-betul Ingin Melupakan Politik"
Dahlan Iskan menyerang kejaksaan melalui eksepsi. Mantan menteri BUMN itu bahkan mengaku mendengar informasi bagaimana para jaksa dikerahkan buat menjeratnya.

"Jangan Telanjangi Bumi Kami"
Aleta Baun dianugerahi Yap Thiam Hien Award 2016 sebagai perempuan pejuang lingkungan dari NTT. Mama Aleta berhasil menginspirasi dan menggerakkan masyarakat tanah Mollo untuk menolak kehadiran perusahaan tambang yang merusak lingkungan. Ia juga pernah mendapatkan Goldman Environmental Prize 2013.

"Rata-rata Penghasilan Kita Rp25-30 Juta"
Pemilik postmetro mengakui bahwa situswebnya memang mengambil artikel dari media lain, diolah sedemikian rupa dengan gaya yang provokatif untuk menarik pembaca. Dalam sebulan, mereka bisa meraup Rp25 juta hingga Rp30 juta.
"Kampanye Saya Dua Bulan Ini Seperti Perjalanan Spiritual"
Anies Baswedan membagi pandangannya tentang berbagai persoalan yang merundung Jakarta berikut cara-cara yang ia tawarkan untuk mengatasinya.
"Saya Menyalahkan Ahok dan Menyalahkan Total"
Anies Baswedan bicara gagasan-gagasannya untuk ibu kota, kritiknya terhadap petahana, dari penggusuran hingga penistaan agama.
"Satu Orang DPR RI, Satu Kelurahan"
Dakwaan penistaan agama kepada Basuki Tjahaja Purnama terbukti menggerus elektabilitas sang petahana dalam Pilgub DKI. Inilah strategi PDIP untuk memenangkan Ahok.
"P-21 Kasus Ahok Begitu Cepat dan Tidak Lazim"
Kejaksaan Agung dinilai tidak menjalankan proses hukum yang fair dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama. Terhitung hanya tiga hari setelah menerima berkas penyidikan dari polisi, pihak kejaksaan menyatakan penyidikan polisi sudah P-21 dan kemudian melanjutkannya ke pengadilan. Padahal berkas Ahok mencapai 826 halaman.
"Presiden Tadi Menegur Saya"
Satu jaringan pengedar narkoba dalam setahun ada yang bisa memutar uang 36 triliun. Bagaimana dengan metode tembak mati ala Duterte di Filipina? Benarkah Jokowi menegur Budi Waseso?
"Saya Sebenarnya Tidak Memenuhi Kualifikasi untuk Adopsi"
Venna Melinda akhirnya menimang anak perempuan. Selebriti sekaligus anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat itu akhirnya mengantongi izin untuk mengadopsi anak. Namun, Venna masih harus melalui serangkaian proses hingga akhirnya dinyatakan sebagai orang tua angkat yang sah.
Masuk tirto.id








