Indeks Wawancara Khusus
"Saya Tidak Mau Membuat Gaduh Lagi"
Antasari Azhar akhirnya bebas setelah menjalani hukuman 7,5 tahun dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Antasari mengaku sudah ikhlas menjalani hukuman negara, dan tidak berniat lagi membuat kegaduhan di negeri ini dengan mengungkap secara gamblang dugaan rekayasa kasusnya.
"Presiden Harus Punya Itikad Memperbaiki Menu Istana"
Jamuan kenegaraan yang sering digelar di Istana Merdeka, Jakarta, ternyata belum menampilkan sajian menu tradisional Indonesia. Masih sering menyajikan steak dengan pertimbangan agar tamu mancanegara bisa mengonsumsinya. Padahal, sajian kenegaraan bisa menjadi corong untuk memperkenalkan kelezatan masakan Indonesia ke dunia.

"Ini Lebih Kompleks dari Sekadar Menuntut Penistaan Agama"
Aksi demo 4 November sangat berdampak terhadap kontelasi politik nasional dan Jakarta menjelang Pilkada 2017. Penyebabnya, Ahok sebagai titik episentrum dikenal sangat dekat dengan Presiden Jokowi. Belum lagi fakta bahwa Pilkada DKI Jakarta menjadi barometer indikator politik nasional karena hampir setiap saat mendapat sorotan dari media.
"Tidak Ada Upaya Terorisme dalam Aksi 4 November"
Aksi demo 4 November muncul untuk mendesak percepatan proses hukum atas dugaan penistaan agama oleh Ahok. Bagaimana menggerakkan aksi demo melibatkan ribuan orang tersebut? Bagaimana pendanaannya? Simak wawancara dengan Munarman.
"Jangan Memaki-Maki Orang dalam Khotbah"
Masjid merupakan bagian penting dalam pergerakan Islam. Selain menjadi tempat syiar dan dakwah, masjid juga bisa membawa perubahan di masyarakat. Sudah selayaknya masjid benar-benar digunakan sebagaimana mestinya.
"TP4 Justru Membebani Kejagung dan Seperti Centeng Proyek"
Melibatkan para jaksa sebagai pengawal dan pengaman proyek pemerintah di pusat maupun daerah justru berpotensi memunculkan persoalan baru. Para jaksa justru dikhawatirkan bakal tutup mata jika terjadi penyelewengan di proyek yang menjadi tanggung jawabnya.
"Jika Bandara Berdiri, Penggusuran Akan Terus Terjadi"
Wahana Tri Tunggal (WTT) merupakan organisasi bentukan warga yang menolak pembangunan Bandara Internasional Kulonprogo. Mereka menolak dengan tiga alasan utama ekonomi, sejarah, dan sosial.

"Banyak Agen Intelijen Asing Beroperasi di Indonesia"
Dunia spionase bukan hal baru dalam sejarah Indonesia. Keterlibatan CIA dalam penumbangan rezim Soekarno dan pembersihan paham komunisme menjadi catatan kelam perjalanan bangsa.

"Cuma Ahok yang Punya Tendensi Berseberangan"
Ahok karakter: Expressive Driver. Senang konfrontasi dan senang memerintah orang lain. Anies cenderung pemikir, tapi bukan pengambil keputusan. Jiwanya pendidik bukan pemimpin. Karakternya: Analytical-Analytical. Agus orang yang text book atau taat aturan dengan karakter Analytical-Driver.
"Masyarakat Harus Waspada Tawaran Bunga Tinggi"
Penipuan berkedok investasi tak pernah berhenti menggoda masyarakat. Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus menerus melakukan edukasi. Bagaimana seharusnya masyarakat menyikapi beragam tawaran investasi?
"Hati Mereka Merah-Putih dan Bangga Jadi Orang Indonesia"
Sebanyak 8 juta hingga 9 juta diaspora Indonesia tersebar di berbagai negara di dunia. Para diaspora ini ternyata memiliki jaringan organisasi yang diberi nama Indonesian Diaspora Network (IDN). Anggotanya tersebar di 78 cabang di 42 negara.
"Jangan Sampai Terjadi Perang Harga AMDK"
Air minum dalam kemasan (AMDK) sudah menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat perkotaan seperti Jakarta. Kini nyaris sulit dipisahkan dari masyarakat, mengingat kebutuhan air minum layak konsumsi sebagian besar bergantung pada produk ini.

"Bimbel Akpol Paling Banyak Peminatnya"
Lembaga bimbingan belajar (bimbel) untuk menjadi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) atau Akademi Militer (Akmil) bermunculan di Bandar Lampung. Saat ini, terdapat tiga bimbel yang menawarkan bantuan bagi siswa SMU yang bercita-cita masuk Akpol atau Akmil agar menjadi perwira polisi atau TNI.
"Ada Ratusan Orang Yahudi di Jakarta"
Jumlah keturunan Yahudi di Indonesia sekitar 5.000 orang. Mereka berparas pribumi, meski ada juga yang berwajah indo juga Tionghoa. Logatnya pun tak jauh berbeda. Ada yang berbahasa Jawa kental, juga Manado.

"Kemiskinan Hanya Turun 500 Ribu Orang"
Sejumlah indikator makro ekonomi menunjukkan perbaikan selama 2 tahun pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla. Namun, banyak kekurangan yang masih patut untuk dicermati.

"Persaingan di Pasar Mobil Indonesia Itu Keras"
Pasar mobil di Indonesia memang gemuk, tapi juga keras persaingannya. Pendatang baru yang tak sungguh-sungguh hanya akan angkat kaki seperti Ford. Sebagian lagi mencoba strategi baru dengan menggandeng mitra baru, untuk melanjutkan bisnisnya atau bertransformasi dengan membangun pabrik baru.
"Pengembalian Uang ke Negara Tidak Menghapus Pidananya"
Hasil pemeriksaan keuangan yang dilakukan BPK terhadap Komnas HAM mengindikasikan adanya dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh birokrat di Komnas HAM, juga oleh salah seorang Komisioner. Dugaan penyelewengan terlihat dengan adanya nota fiktif yang nilainya sekitar Rp800 juta.

"Dokumen Hilang di Instansi Negara Bukan Hal Baru"
Sudah 12 tahun Munir Said Thalib, aktivis Hak Asasi Manusia, meninggal dunia dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam. Namun, dalang pelaku pembunuhan terhadap Munir belum terungkap hingga saat ini. Ironinya, dokumen hasil investigasi Tim Pencari Fakta kasus kematian Munir justru dinyatakan hilang.

"Tidak Ada Landasan Tentang Definisi Merek Terkenal"
Setiap tahunnya, ada sekitar 80 gugatan terkait merek di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, entah itu gugatan pembatalan merek ataupun penghapusan merek. Tak jarang, merek-merek terkenal terlibat sebagai salah satu pihak, bisa jadi penggugat atau tergugat.
"Biaya Pendidikan Kedokteran Seperti Sudah Tidak Ada Remnya"
Biaya kedokteran terus melambung tinggi dan tidak terkendali. Si miskin pun harus mengubur mimpinya jika ingin menjadi dokter. Padahal, Indonesia harus mencetak banyak dokter yang berkualitas di berbagai penjuru negeri. Apa sebenarnya yang terjadi?
Masuk tirto.id








