Indeks Teknologi

Siapa Sebenarnya Pavel Durov Pendiri Telegram?
Pavel Durov pencipta Telegram asal Rusia itu sedang jadi bahan omongan di Indonesia. Kemenkominfo telah memblokir aplikasi buatannya.

Mengenang Friendster dan Media Sosial Jadul yang Lain
Sebelum Facebook, ada media sosial lain yang sudah terlebih dahulu populer digunakan publik internet. Masih ingat Friendster?

Jawaban Pavel Durov, CEO Telegram: Kami Bukan Teman Teroris
Lewat salurannya di Telegram, Pavel Durov mengusulkan langkah-langkah solusi untuk menjawab situasi terbaru soal rencana Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir layanan pesan Telegram.

Telegram Dianggap Tak Sesuai dengan Prosedur Kominfo
Selain dinilai mengandung konten radikalisme dan terorism, website Telegram diblokir karena tidak sesuai dengan prosedur Kominfo.

Mencegah Terorisme Tak Cukup Hanya dengan Memblokir Telegram
Pengamat media sosial Nukman Luthfie lebih menekankan pada aspek edukasi dan penegakan hukum dalam menangkal terorisme.

Negara-negara yang Memblokir Telegram
Beberapa negara seperti Rusia, China dan Iran sudah lebih dahulu memblokir Telegram dengan berbagai alasan.

Menkominfo Sebut BIN dan BNPT Setuju Telegram Diblokir
Menkominfo mengaku telah berkonsultasi dengan tiga institusi besar terkait dengan pemblokiran situs Telegram.
Menkominfo Beri Syarat ke Telegram Supaya Batal Diblokir
Syarat yang diberikan Kemenkominfo kepada Telegram adalah dengan membuat SOP guna menangkal konten-konten radikalisme.

Telegram, Makin Populer (Dianggap) Makin Mengkhawatirkan
Telegram akan diblokir karena dianggap oleh pemerintah Indonesia "membantu penyebaran radikalisme." Padahal tak semua konten di Telegram berbahaya. Banyak kelompok diskusi bermanfaat di layanan pesan tersebut.

Menkominfo Punya Bukti Telegram Memuat Konten Radikalisme
Rudiantara mengaku memiliki bukti bahwa Telegram banyak memuat propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian hingga ajakan atau cara merakit bom.

CEO Telegram Tanggapi Kabar Pemblokiran oleh Kemenkominfo
Kemenkominfo ingin memblokir Telegram karena diduga banyak memuat propaganda radikalisme, terorisme dan paham kebencian.

Kominfo Blokir Telegram
Telegram diblokir oleh Kominfo karena mengandung konten-konten yang mengajarkan radikalisme.

Bertarung Citra di Wikipedia
Wikipedia banyak dimanfaatkan oleh berbagai entitas guna mendulang citra positif.

Larva Galleria alias Ngengat, Sang Pengurai Plastik
Larva Galleria mellonella dapat mengurangi polusi plastik, lebih efektif dibanding bakteri dan ulat epung.

Seluk Beluk Font dan Kejahatan yang Dikuak Lewat Calibri
Di Pakistan, sebuah rupa huruf (font) dijadikan salah satu alat bukti untuk menguak skandal korupsi di negeri tersebut.
TV White Space, Harapan untuk Akses Internet Pedesaan
Microsoft berencana memanfaatkan TV White Space untuk menghadirkan koneksi internet bagi penduduk di wilayah pedesaan.

Menjaring Informasi Pribadi Demi Kepentingan Iklan
Layanan-layanan berbasis internet sering memasang perangkat untuk mengumpulkan informasi pengunjungnya.

Ancaman Drone Teroris
Kemunculan Drone pembunuh mencerminkan kecemasan klasik era Perang Dingin
Tren Robot akan Gantikan Jutaan Pekerjaan Manusia di AS
Tren robot yang menggantikan manusia semakin banyak diadopsi di beberapa negara. Salah satunya Amerika Serikat sejak 1990, peran robot telah mengambil alih ratusan ribu pekerjaan manusia.

HyperFace si Pengecoh Kamera Pengenal Wajah
Seniman sekaligus ahli teknologi Adam Harvey menciptakan pola yang mampu mengelabui algoritma alat pengenal wajah. HyperFace nama temuannya itu.
Masuk tirto.id








