Menuju konten utama

Seluk Beluk Font dan Kejahatan yang Dikuak Lewat Calibri

Di Pakistan, sebuah rupa huruf (font) dijadikan salah satu alat bukti untuk menguak skandal korupsi di negeri tersebut.

Seluk Beluk Font dan Kejahatan yang Dikuak Lewat Calibri
Ilustrasi letterpress. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Dalam pengungkapan kasus pidana, barang-barang seperti senjata api, senjata tajam, rekaman kamera pengawas, dan berbagai dokumen penting lainnya sering menjadi barang bukti yang diajukan dalam pengadilan. Namun, mengutip kabar yang diwartakan The Verge, di Pakistan sebuah font yang menjadi barang bukti.

Ya, font. Rupa huruf. Justru rupa huruf yang, biasa dianggap sebagai hal minor, dijadikan salah satu barang bukti dalam sebuah investigasi kejahatan korupsi yang dilakukan oleh orang-orang di sekitar Perdana Menteri Pakistan. Rupa huruf yang membuat gegar Pakistan tersebut merupakan setelan standar (default) dalam aplikasi Microsoft Office Word yaitu Calibri.

Petugas penyelidik Joint Investigation Team, tim yang dibentuk merespon kasus Panama Paper, menyadari ada kejanggalan dalam dokumen yang mereka sita dari putri Perdana Menteri Pakistan bernama Maryam Nawas Sharif. Kejanggalan timbul saat dokumen yang tercetak di tahun 2006 tersebut menggunakan font Calibri yang, pada kenyatannya, belum diaplikasikan secara luas pada tahun yang tercantum dalam dokumen, yaitu 2006.

Mengutip media lokal Pakistan, The Express Tribune, demi memahami kejanggalan tersebut lebih lanjut, penyelidik mengirimkan dokumen tersebut ke Radley Forensic Document Laboratory di London. Tujuannya untuk memeriksa kesesuaian tanggal pembuatan dokumen itu. Hasilnya, memang ada ketidaksesuaian.

Robert W Radley, ahli di labolatorium tersebut mengungkapkan, “Calibri tidak tersedia secara komersial sebelum tanggal 31 Januari 2007 [...] (dokumen yang kami periksa) telah dibuat pada beberapa waktu kemudian (selepas Calibri tersedia secara komersial).”

Lebih lanjut, Lieselotte Schafer, perwakilan dari LucasFont, perusahaan yang membuat rupa huruf tersebut bagi Microsoft, sebagaimana dikutip dari Dawn, mengungkapkan, “Lucas mulai merancang Calibri di tahun 2002 dan mengirimkan file akhir ke Microsoft tidak sebelum bulan Maret 2004.”

Lebih lanjut, Schafer mengungkapkan bahwa Calibri merupakan rupa huruf yang telah tersedia bagi versi beta sistem operasi Windows Vista. “Versi beta Windows (vista) adalah (sistem operasi) yang ditujukan bagi pemrogram dan penggila teknologi untuk melihat apakah ada (suatu hal di sistem operasi tersebut) yang bekerja ataupun tidak, “ ungkap Schafer.

Perwakilan dari LucasFont tersebut juga menambahkan, “Sejauh yang saya ketahui, versi beta dari Calibri dipublikasikan pada 2006 [...] tapi sangat aneh bila seseorang menggunakan font yang masih berstatus beta digunakan dalam dokumen resmi.”

Merujuk situs resmi Microsoft, versi resmi pertama font tersebut, alias “Calibri 1.0,” memang lahir pada 2005, kurang lebih setahun sebelum dokumen tersebut tercetak. Namun, meskipun font Calibri sudah ada sebelum 2006, penggunaan dokumen resmi menggunakan font Calibri memang sangat aneh. Calibri baru dipublikasikan secara luas oleh Microsoft berbarengan dengan rilisnya Microsoft Office 2007. Font Calibri tersebut, merupakan setelan standar (default) yang ditetapkan Microsoft untuk menggantikan Times New Roman yang sebelumnya melekat sebagai setelan standar di aplikasi Office.

Setelan Standar Rupa Huruf dan Perubahan Prilaku

Pergantian rupa huruf di aplikasi Office memang bukan tanpa alasan. Joe Friend, program manager di Microsoft, melalui Forbes, mengungkapkan bahwa pergantian tersebut terjadi karena adanya perubahaan tingkah laku pengguna. Microsoft meyakini, kebanyakan dokumen yang dibuat melalui Office tidak dicetak dan hanya dikonsumsi secara digital melalui perangkat-perangkat mobile yang saat itu pun sudah meluas penggunaannya.

Perubahan itulah yang memicu Microsoft membuat sebuah teknologi font bernama ClearType. Merujuk sejarahnya, meski baru diaplikasikan di dekade 2000an, ClearType telah diperkenalkan oleh Bill Gates pada 1998 di ajang COMDEX. Secara sederhana, ClearType merupakan format rupa huruf yang dikembangkan oleh Microsoft untuk meningkatkan sisi keterbacaan suatu teks yang ditampilkan melalui LCD yang umum digunakan di laptop maupun perangkat-perangkat elektronik lainnya.

Dalam khasanah rupa huruf, sangat banyak jenis yang bisa digunakan. Format yang paling populer adalah TrueType. TrueType dikembangkan Apple dan kali pertama diimplementasikan secara menyeluruh pada sistem operasi Machintosh di bulan Mei 1991. Karena kepopuleran format ini, Microsoft, pada April 1992, mengimplementasikan TrueType pada sistem operasi Windows 3.1.

Beberapa rupa huruf yang terkenal dari format TrueType adalah Arial dan Times New Roman. Kedua font tersebut menjadi standar penulisan di dunia digital dan cetak bertahun-tahun sebelum Microsoft akhirnya memperkenalkan format ClearType dengan Calibri sebagai setelan standarnya.

Secara fundamental, rupa huruf hanya terbagi ke dalam tiga jenis. Ketiga jenis yang menjadi fondasi seluruh rupa huruf adalah Serif Font, Sans Serif Font, dan Decorative Font. Serif Font memiliki garis kecil di ujung sebuah huruf. Hal tersebut bertujuan membantu mata bergerak mengikuti tulisan. Sedangkan rupa huruf dari keluarga TrueType, yaitu Times New Roman, adalah salah satu jenis dari Serif Font. Sementara itu, Sans Serif Font, secara sederhana berarti “tanpa serif” atau tanpa garis kecil di ujung huruf. Sedangkan Verdana secara mendasar juga mengusung konsep Sans Serif. Dan terakhir adalah Decorative Font yang ditujukan untuk menghadirkan elemen dekoratif. Decorative Font hanya dibuat demi kepentingan visual semata sehingga lazim tampak pada produk-produk visual, seperti poster.

Dari ketiga jenis fondasi tersebut, Serif merupakan jenis yang lebih cocok diimplementasikan pada medium-medium yang dicetak. Karena keberadaan garis di ujung huruf, membantu rupa huruf berjenis ini untuk memudahkan mata bergerak mengikuti jejeran huruf. Sementara dalam dunia digital, rupa huruf berjenis Sans Serif Font lebih pas untuk digunakan. Calibri, rupa huruf yang menjadi bukti kejahatan korupsi di Pakistan, adalah salah satu jenis rupa huruf yang masuk kategori ini.

Meski terlihat tidak penting, rupa huruf sebetulnya memiliki banyak manfaat selain hanya untuk mempresentasikan deretan huruf. Sarah Hyndman, seorang seniman grafis, sebagaimana diwartakan Wired, melakukan penelitian tentang keterikatan rupa huruf dengan persepsi seseorang.

Infografik Mengnal Font

Bisnis Rupa Huruf

Dalam salah satu risetnya ia mengungkapkan jika rupa huruf mewakili penggunanya. 20 persen perempuan mengungkapkan bahwa mereka memilih kencan dengan Franklin Gothic. Menurut Hyndman, rupa huruf Franklin Gothic banyak dipilih perempuan untuk kencan karena merepresentasikan sosok calon kekasih. Selain itu, Hydman mengungkapkan bahwa rupa huruf Helvetica lebih banyak diinginkan orang untuk menjadi sahabatnya.

Hydman percaya, rupa huruf memiliki implikasi yang besar dalam komunikasi. Menurutnya, rupa huruf memiliki multi sensor yang bisa dimanfaatkan dalam berkomunikasi. Dari rupa huruf yang dipilih seseorang, Hydman mengaku bahwa ia bahkan bisa mengetahui kepribadian orang tersebut.

Selain itu, rupa huruf sejatinya adalah bisnis intelektual dan kreatifitas yang bernilai cukup tinggi. Sama seperti musik dan film. Karenanya, banyak situs pembajakan yang memuat rupa huruf untuk didistribusikan secara ilegal. Pirate Bay, mengutip Wired, menyimpan 65 ribu rupa huruf yang bisa diambil cuma-cuma.

Sebagai sebuah karya intelektual dan kreatifitas, rupa huruf bernilai cukup tinggi. Sebuah perusahaan yang hendak menggunakan suatu rupa huruf secara legal di luar rupa huruf gratisan, bisa dikenakan biaya hingga $50 ribu per 20 komputer untuk digunakan perusahaan yang menginginkannya.

Di dunia internet, situsweb-situsweb yang bertebaran di jagat maya juga banyak menggunakan rupa huruf premium bagi situsweb yang mereka kelola. Wired contohnya. Media tersebut menggunakan rupa huruf bernama Exchange di keseluruhan situsweb mereka. Frere Jones Type, perusahaan yang membuat rupa huruf tersebut, melalui situs resmi mereka, memasang tarif senilai $375 bagi sebuah situsweb dengan pageview hingga 50.000 per bulan. Jika pageview per bulan lebih dari angka tersebut, Frere Jones Type mengenakan tarif yang lebih tinggi.

Baca juga artikel terkait MICROSOFT atau tulisan lainnya dari Ahmad Zaenudin

tirto.id - Teknologi
Reporter: Ahmad Zaenudin
Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Zen RS