Indeks Facebook
Cara Google Mengakhiri Hoax
Semakin banyaknya informasi ada sisi negatif karena banyaknya hoaks yang menyusup. Google saat ini ikut bergabung dalam upaya tersebut.
Kenakalan Pesepakbola di Era Informatika
Media sosial telah mengubah pola interaksi manusia, khususnya antara figur publik dan para penggemarnya. Para pesepakbola tidak ketinggalan memanfaatkan media sosial untuk bersosialisasi sekaligus memperkuat citra diri. Namun, terkadang semuanya tidak sesuai harapan dan berbalik menjadi bahan olok-olokan.

Facebook Rilis Workplace untuk Perusahaan
Workplace, layanan teranyar dari Facebook Inc. yang dapat menghubungkan para pekerja di suatu perusahaan. Kini Facebook tengah memberikan percobaan gratis selama tiga bulan.

Snapchat, Makin "Gemuk" Usai Menolak Facebook
Pada 2013, Snapchat menolak pinangan akuisisi Facebook senilai 3 miliar dolar. Setelah penolakan itu, nilai Snapchat malah terus melonjak. Snapchat bahkan dikabarkan akan segera melakukan IPO yang memberikan valuasi perusahaan hingga 25 miliar dolar.
Komunikonten Rilis Petisi Desak Pemerintah Tarik Pajak Google
Komunikonten mengimbau pemerintah supaya berani menghadapi Google dan menarik pajak mereka.
Cari Jodoh dengan Jarimu
Kemajuan teknologi juga menyasar hingga pencarian jodoh. Jika dulu biro jodoh kerap hanya tersedia di koran akhir pekan, kini mencari jodoh bisa melalui internet dan juga aplikasi ponsel. Bahkan menurut penelitian di Amerika Serikat, sekitar 80 persen orang percaya bahwa mencari jodoh via internet atau aplikasi adalah cara yang bagus dan efisien. Dibantu dengan perhitungan algoritma, pencarian pasangan via teknologi ini bisa lebih efektif untuk mencari seseorang yang memiliki hobi dan kesukaan yang sama. Pencarian seperti ini juga dialami oleh orang-orang Indonesia.

Kabut Masa Depan Twitter
Tahun 2016 bukanlah tahun yang baik bagi raksasa media sosial Twitter. Setelah mengalami rentetan kinerja yang buruk, kabar penjualan menghampirinya. Tidak sedikit yang tertarik untuk membelinya. Terakhir, perusahaan media massa dan hiburan raksasa Walt Disney Co. dikabarkan tertarik untuk bergabung dalam aksi pembelian tersebut. Bagaimana masa depan Twitter?
Kuis Facebook dan Mimpi Buruk Ruang Pribadi
Saat Anda mengklik kuis-kuis semacam 'Siapakah belahan jiwamu?' di Facebook, maka ingatlah prinsip Andrew Lewis ini: "Jika kau mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma, kau bukanlah konsumen, melainkan produk yang sedang dijual." Dengan kebijakan privasi yang lentur, bisa jadi suatu saat data Anda dijual pada pihak ketiga.
IPO, Strategi Bisnis yang Sedang Dihindari Start-up
Dua dekade yang lalu, hampir seluruh perusahaan teknologi di dunia memiliki alur pengembangan bisnis yang jelas. Mulailah perusahaan dari nol, mengumpulkan dana sebanyak mungkin dari investor modal ventura, berkembang, dan go public secepat mungkin. Sayangnya, model demikian terasa usang di zaman sekarang.

Geliat Akuisisi Industri Raksasa
Setelah meredupnya pamor industri energi yang mahal dan tidak ramah lingkungan, para pegiat bisnis mengarahkan pandangannya ke industri baru yang berkaitan dengan teknologi informasi. Pencaplokan perusahaan oleh perusahaan yang lebih besar dengan nilai fantastis adalah hal yang biasa.
Perusahaan Energi Digeser Teknologi
Sepuluh tahun lalu, daftar perusahaan dengan kapitalisasi pasar tertinggi didominasi perusahaan minyak dan beberapa konglomerat multinasional. Kini, perusahaan-perusahaan berbasis teknologi menggeser posisi mereka.
CISSREC: Indonesia Perlu Grand Design tuk Hadapi Tren OTT
Pengamat mengingatkan pemerintah untuk membuat sebuah grand design yang dapat digunakan untuk melindungi Indonesia dari tren bisnis OTT yang dinilai tidak menguntungkan pemerintah setempat.

Negara Media Sosial
Negara Media Sosial

Pasca Serangan Nice, Facebook Aktifkan Safety Check
Facebook telah mengaktifkan kembali fitur Safety Check pasca serangan yang terjadi di Nice, Perancis.
Bahaya di Balik Rahasia Pesan Terenkripsi
Facebook telah secara resmi mengumumkan layanan enkripsi pada aplikasi pesan instan milik mereka, mengikuti teknologi yang kini hampir lazim ditemukan di seluruh aplikasi pesan instan yang beredar. Hal ini menegaskan, bahwa privasi telah menjadi kebutuhan netizen di dunia maya, di tengah kekhawatiran seputar bahayanya.

Media Massa Tak Lagi Bisa Bergantung Pada Facebook
Algoritma baru Facebook akan memprioritaskan kiriman dan tautan dari teman dan keluarga pada linimasa atau news feed penggunanya. Ruang bagi media massa untuk mendapat klik dari Facebook yang sebelumnya begitu luas, akan mulai menyempit.
Facebook Ujicoba Alat Penerjemah Bahasa
Facebok sedang berusaha menerapkan penggunaan penerjemah bahasa secara otomatis sesuai bahasa pilihan pengguna. Teknologi ini telah dikembangkan Facebook pada awal tahun ini dan akan segera diujicobakan.
Apakah Media Sosial Membuat Kita Tidak Bahagia?
September 1998, Robert Kraut et all merilis jurnal yang berisi relasi antara menurunnya kemampuan bersosialiasi pengguna internet. Dalam jurnal itu Kraut berkesimpulan bahwa internet membuat penggunanya makin jarang berkomunikasi dengan keluarga dan teman. Pada satu titik teknologi internet akan membuat manusia menjadi kesepian. Apakah riset masih itu relevan hari ini?

Vita Brevis, Facebook Longa
Akun Facebook ibarat museum pribadi bagi para penggunanya. Museum itu dapat dikunjungi kapan pun, bahkan ketika pemiliknya telah meninggal dunia. Beberapa pihak membuat spekulasi dalam waktu dekat, Facebook akan berubah menjadi kompleks pekuburan digital. Sebagai media sosial yang berambisi besar untuk menampung segala jenis pengalaman para pengguna, Facebook bahkan berupaya memenuhi dua jenis keinginan orang terkait kematian: dikenang atau dilupakan.
Jokowi Luncurkan Akun Youtube Resmi
Presiden Jokowi meluncurkan akun Youtube resminya di Istana Bogor, Sabtu (28/5/2016) pagi. Sebelumnya, ia telah meluncurkan akun Twitter @jokowi dan Facebook (Presiden Joko Widodo) pada tanggal 21 Juni 2015, kemudian disusul peluncuran situs resmi www.presidenri.go.id pada 15 Desember 2015, dan peluncuran akun Instagram @jokowi pada tanggal 28 Januari 2016. Akun YouTube dengan nama Presiden Joko Widodo, mulai dapat diakses para netizen pada pukul 09.00 WIB, Sabtu 28 Mei 2016.
Masuk tirto.id







