tirto.id - Ketua Dewan Pengawas Indonesia Investment Authority (INA), Purbaya Yudhi Sadewa, resmi mengesahkan pengangkatan Oki Ramadhana sebagai Ketua Dewan Direktur sekaligus Chief Executive Officer (CEO) INA yang baru untuk periode 2026–2031.
Langkah transisi kepemimpinan pada sovereign wealth fund (SWF) Indonesia ini dilakukan guna memperkuat kapasitas institusional dalam mendukung program pembangunan ekonomi nasional.
Purbaya mengesahkan pengangkatan tiga anggota Dewan Direktur baru untuk periode 2026-2031. Selain Oki Ramadhana, Dewan Pengawas juga mengangkat Laksono Widito Widodo sebagai Anggota Dewan Direktur merangkap Chief Investment Officer (CIO), serta Adhiputra Tanoyo sebagai Anggota Dewan Direktur dan Chief Risk Officer (CRO).
"Transisi kepemimpinan merupakan bagian dari upaya untuk memastikan INA dapat terus menjalankan mandat jangka panjangnya dengan baik. Sebagai sovereign wealth fund Indonesia, INA memiliki peran strategis dalam memobilisasi investasi guna mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan," ujar Purbaya dikutip dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Ia meyakini bahwa Oki Ramadhana, Laksono Widito Widodo, dan Adhiputra Tanoyo akan semakin memperkuat profesionalisme dan kapasitas institusional INA.
“Sekaligus memastikan INA tetap menjalankan strategi investasi yang disiplin dan mengedepankan prinsip kehati-hatian sejalan dengan prioritas pembangunan jangka panjang Indonesia,” ucapnya.
Purbaya juga menyampaikan apresiasi kepada Ridha Wirakusumah, Andry Setiawan, dan Thomas Oentoro atas dedikasi dan kontribusi mereka terhadap pertumbuhan INA selama ini.
Adapun, proses pengangkatan berlangsung di kantor INA pada 13 Mei 2026. Ketiganya baru akan mulai menjabat efektif setelah seluruh formalitas terkait pelepasan jabatan sebelumnya rampung.
Dengan keputusan ini, berakhir pula masa rangkap jabatan Eddy Porwanto yang sebelumnya bertindak sebagai Pengganti Sementara CEO dan CRO, sembari tetap menjabat sebagai CFO.
Oki Ramadhana, yang menggantikan CEO pertama INA Ridha Wirakusumah, membawa pengalaman lebih dari dua dekade di bidang investment banking dan pasar modal, baik domestik maupun internasional.
Ia meraih gelar doktor di bidang Strategic Management dan sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, serta gelar MBA dari University of Colorado.
Sementara itu, Laksono Widito Widodo, pengganti Andry Setiawan, memiliki latar belakang luas di pasar modal Indonesia, mencakup sekuritas, saham, dan regulasi. Ia merupakan lulusan MBA dari University of Hawaii at Manoa dan sarjana Akuntansi dari Universitas Indonesia.
Adhiputra Tanoyo, yang mengisi posisi yang ditinggalkan Thomas Oentoro, dikenal memiliki rekam jejak kuat di bidang manajemen risiko perbankan dan jasa keuangan. Ia menyandang gelar Master of Science in Financial Economics dari Erasmus Universiteit Rotterdam.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id






































