Menuju konten utama

Purbaya Minta Maaf ke Pemda soal Ribut-ribut Anggaran Mengendap

Purbaya tetap meminta agar daerah lebih cepat dalam menyerap anggaran mereka.

Purbaya Minta Maaf ke Pemda soal Ribut-ribut Anggaran Mengendap
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 di Kantor Kemendagri, Jakarta, Senin (20/10/2025).ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/YU

tirto.id - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan permintaan maaf terkait polemik simpanan dana daerah di perbankan.

Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada para kepala daerah dalam rapat kerja bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).

Purbaya menjelaskan, tujuannya menyinggung endapan dana tersebut adalah agar pemerintah daerah (pemda) bergerak lebih cepat dalam menyerap anggaran yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat.

“Saya bukannya sentimen sama daerah, justru ingin mereka belanjakan lebih cepat. Supaya ekonominya jalan, sinkron dengan kebijakan ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah pusat. Jadi, kalau ada yang tersinggung, saya mohon maaf,” tuturnya.

Meski begitu, Purbaya tetap meminta agar daerah lebih cepat dalam menyerap anggaran mereka. Namun, lebih penting dari itu, ia juga berharap agar serapan anggaran berjalan dengan benar, tanpa ada penyelewengan dalam proyek-proyek yang dikerjakan oleh daerah.

“Tapi kerja yang bener lah. Habisin tuh duit. Jadi, hanya itu yang seharusnya ada di kepala kita semua di sini, kita memanfaatkan, memaksimalkan uang yang ada,” tegasnya.

Selain pemda, Purbaya juga mendorong kementerian/lembaga (K/L) untuk menyerap anggaran lebih cepat. Karena itu, tidak jarang ia juga melakukan safari dari satu K/L ke K/L lain.

Namun, hal ini semata-mata dilakukan untuk melihat progres penyerapan anggaran oleh masing-masing K/L, bukan untuk mengintervensi kebijakan pemerintah.

“Kenapa kemarin saya ribut-ribut dengan daerah, kayak ribut ya. Woy, daerah belanjain uangnya. Tapi, sebelum ke daerah, saya ke pemerintah pusat dulu. Ini banyak uang nganggur, belanjakan semuanya! Saya safari ke satu kementerian ke kementerian lain, yang disebut sama orang lain akhirnya intervensi kebijakan kementerian lain. Saya nggak intervensi kebijakan, saya hanya datang ke mereka,” jelas Purbaya.

Baca juga artikel terkait PURBAYA YUDHI SADEWA atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Insider
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana