tirto.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, tak menutup kemungkinan memindahkan anggaran program makan bergizi gratis (MBG) tahun 2026. Ia akan mengalokasikan anggaran itu untuk program yang lebih efisien.
"Jadi, kita akan lihat mana yang bisa dibuat lebih efisien. Nanti kita pindahkan [anggaran program MBG] ke tempat lain, kalau memang bisa dipindahkan," ucapnya di Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
Menurut Purbaya, rencana pengalokasiaan anggaran MBG untuk program lain tidak bertujuan menghambat program gagasan Presiden Prabowo Subianto tersebut, mengingat MBG merupakan salah satu program unggulan Prabowo.
Kata Purbaya, alokasi anggaran tersebut mungkin dilakukan lantaran penyerapan anggaran program MBG pada 2025 atau saat pertama kali program MBG berjalan tidak mencapai 100 persen.
"Tujuannya bukan menghambat program MBG, tapi menurunkan [anggaran] ke arah yang lebih efisien," sebutnya.
"Itu [total anggaran program MBG] kan tahun lalu cuma Rp71 triliun kurang ya. [Anggaran program MBG tahun lalu] yang terserap itu, kurang dari itu," lanjut dia.
Sebagai informasi, rencana mengalokasikan anggaran program MBG pertama kali juga disinggung Purbaya. Menurut dia, anggaran proyek Gentengisasi yang digagas Prabowo Subianto kemarin tidak akan mencapai Rp1 triliun.
Nantinya, anggaran untuk mengganti atap seng rumah warga dengan genteng akan diambil dari dana cadangan.
Namun, tidak menutup dana proyek akan berasal dari efisiensi anggaran program MBG.
"Sekarang kita juga ada cadangan. Ada kemungkinan dari situ, ada kemungkinan dari tempat lain," ungkap Purbaya kepada awak media usai Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di Shagrila Hotel, Jakarta Selatan, Selasa (3/2/2026).
Bendahara Negara itu memastikan, anggaran proyek gentengisasi tidak akan besar, sehingga dana yang tersedia di dalam kantong Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan cukup dan tidak perlu mengubah postur anggaran negara.
"Cukup lah. Enggak banyak-banyak banget kalau enggak salah anggarannya. Gentengisasi kan untuk ganti genteng seng dengan genteng yang buatan, batu-batuan gitu," tambah dia.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id




































