tirto.id - Komjen Pol Rudi Setiawan baru saja dilantik sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Irjen Kemenimipas) pada Rabu (15/7/2026). Ia menjabat Irjen Kemenimipas tak lama setelah dipromosikan jadi jenderal polisi bintang tiga. Berikut profil dan rekam jejak Rudi Setiawan.
Pelantikan Rudi Setiawan sebagai Irjen Kemenimipas digelar di Aula Jusuf Adiwinata, Gedung Kementerian Imipas, Jakarta pada Rabu. Di sana, Rudi Setiawan diambil sumpah jabatannya oleh Menteri Imipas Agus Andrianto.
“Semoga Saudara senantiasa mendapatkan bimbingan dan petunjuk Tuhan Yang Mahakuasa dalam menjalankan tugas,” tutur Agus kepada Rudi.
Pelantikan Rudi Setiawan itu dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan Irjen Kemenimipas yang sebelumnya dijabat oleh Komjen Yan Sultra Indrajaya. Yan sebelumnya dicopot dari jabatan Irjen Kemenimipas karena memasuki masa pensiun.
Kini, Rudi Setiawan akan memimpin Inspektorat Jenderal Kemenimipas guna menjalankan pengawasan di lingkungan kementerian itu. Pengawasan internal, termasuk penindakan kasus pelanggaran disiplin pegawai, menjadi salah satu tugas utama Itjen Kemenimipas yang kini dipimpin Rudi.
Profil Komjen Rudi Setiawan dan Rekam Jejaknya
Ditilik dari latar belakangnya, Rudi Setiawan merupakan salah satu perwira tinggi dengan pangkat jenderal yang ada di tubuh Polri. Sebelum kini jadi Irjen Kemenimipas, Rudi lebih dulu dikenal sebagai polisi dengan rekam jejak reserse yang panjang.
Ia merupakan lulusan Akabri (akademi kepolisian dan TNI sebelum Reformasi 98) tahun 1993. Sejak lulus dari akademi itu, Rudi kemudian meniti kariernya di bidang reserse.
Seiring penugasannya di bidang reserse, Rudi juga memiliki rekam jejak pendidikan lanjutan di sejumlah tempat. Beberapa lembaga pendidikan tingkat lanjut yang pernah ia enyam di antaranya adalah Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Lembaga Pendidikan Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat hingga Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri.
Serupa perwira polisi lainnya, Rudi menghabiskan masa tugasnya di berbagai instansi kepolisian. Kariernya mulai menanjak setelah jadi Kapolres Indramayu pada 2010.
Sejak jadi kapolres itu, Rudi kemudian diberi berbagai tugas lain dan berangsur meningkat seiring waktu. Seperti pada 2013, di masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, ia ditunjuk jadi sekretaris pribadi sang presiden.
Pada 2015, kariernya makin menanjak setelah mendapat promosi jadi perwira menengah. Kala itu, ia ditarik ke Bareskrim Polri usai menjadi Kapolresta Metro Bekasi pada tahun sebelumnya.
Sejak itu, jabatannya berubah dan berpindah seiring waktu. Dari direktur reserse, jabatannya berganti jadi kapolrestabes, kemudian wakapolda. Dari Polda Lampung, lokasi penugasannya berpindah ke Sumatera Selatan hingga Surabaya.
Pada 2023, ia ditarik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk jadi staf ahlinya. Kala itu ia diberi tugas jadi staf ahli Listyo di bidang sosial politik.
Kemudian pada 2024, Rudi Setiawan diberi tugas menjabat jabatan di luar institusi Polri, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kala itu ia ditugasi jabatan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK.
Selama menjabat di KPK, Rudi Setiawan terlibat dalam sejumlah pengungkapan kasus korupsi. Beberapa di antara kasus yang turut ia ungkap adalah korupsi dana CSR Bank Indonesia.
Kemudian, pada 2025, ia didapuk jadi Kapolda Jawa Barat. Jabatan ini berlangsung selama hingga 2026, ketika ia harus ditugaskan sebagai Irjen Kemenimipas.
Jabatan sebagai Irjen Kemenimipas itu terjadi tak lama setelah ia naik pangkat. Pada 30 Juni 2026 lalu, Rudi mendapatkan promosi dari inspektur jenderal polisi menjadi komisaris jenderal polisi.
Kini, tak sampai sebulan dari promosi itu, jenderal polisi bintang tiga itu menjadi bagian Kemenimipas. Ia ditugasi memimpin inspektorat jenderal pada kementerian itu.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id

































