tirto.id - Penyanyi legendaris Dolly Parton meninggal dunia dalam usia 80 tahun pada 25 Agustus 2026. Keponakannya, Bryan Seaver, mengumumkan kabar tersebut melalui sebuah video di Instagram pada hari yang sama.
Dolly sempat dirawat di Vanderbilt-Ingram Cancer Center di Nashville pada Jumat, 21 Agustus, dan meninggal dunia empat hari kemudian. Seperti diberitakan People, Selasa (25/8/2026), sebelum meninggal dunia Dolly mengalami masalah ginjal dan autoimun.
Dalam video Instagram untuk mengonfirmasi kabar kematian Parton, Seaver mengawali dengan memperkenalkan dirinya.
“Nama saya Bryan Seaver, putra Cassie Parton, dan hari ini saya mewakili keluarga Parton dan Owens untuk mengumumkan meninggalnya bibi saya, Dolly Rebecca Parton Dean, yang merupakan Sister, Sis dan Granny bagi satu generasi, serta Gigi bagi generasi berikutnya,” ujarnya dalam video tersebut.
“Pengumuman melalui video ini adalah sesuatu yang Dolly minta saya lakukan bertahun-tahun lalu, sebelum saya benar-benar memahami bahwa suatu hari ini akan menjadi kenyataan,” lanjutnya.
Pada Jumat, beberapa hari sebelum meninggal dunia, Dolly sendiri mengakui kondisi kesehatannya yang belakangan menurun.
“Seperti yang saya sampaikan melalui pesan-pesan video sepanjang tahun lalu, saya sedang menghadapi beberapa masalah kesehatan yang tidak saya perhatikan ketika saya merawat [suami saya] Carl. Ini bukan pertama kalinya saya harus menghadapi hal seperti ini," ujar Dolly.
"Pada awal 1980-an, saya harus beristirahat selama beberapa bulan karena masalah kewanitaan, dan saat itu saya juga berjuang dengan berat badan, jadi bukan berarti saya belum pernah melalui masa-masa sulit terkait kesehatan,” kata Parton kepada People.
Dolly telah lebih dahulu kehilangan suaminya selama hampir 60 tahun, Carl Dean, pada Maret 2025.
Saat itu, Dolly mengumumkan kematian suaminya melalui Instagram dengan menulis, “Carl dan saya menghabiskan banyak tahun yang indah bersama. Kata-kata tidak akan pernah cukup untuk menggambarkan cinta yang kami bagi selama lebih dari 60 tahun.”
Selama pernikahan mereka yang panjang, Dean memilih untuk tidak tampil di hadapan publik, tetapi selalu mendukung istrinya.
Profil Dolly Parton dan Riwayat Sakitnya
Dengan karier luar biasa yang berlangsung selama beberapa dekade, Dolly merupakan penyanyi country perempuan dengan penjualan album terbaik sepanjang masa, dengan lebih dari 160 juta album terjual di seluruh dunia.
Album debutnya adalah Hello, I’m Dolly yang dirilis pada 1967. Setelah itu, ia menghasilkan sederet lagu hits, termasuk “I Will Always Love You”, “9 to 5”, dan “Jolene”.
Dolly Parton lahir pada 1946 dari keluarga petani miskin yang tinggal di sebuah kabin di tepi Sungai Little Pigeon, Tennessee.
Ia merupakan anak keempat dari 12 bersaudara. Ayahnya, Robert Lee Parton, adalah seorang petani tembakau. Untuk membantu proses persalinan Dolly, ayahnya membayar seorang misionaris dengan sekarung tepung jagung.
Dolly mengatakan bahwa ibunya, Avie Lee, sering menyanyikan lagu-lagu rakyat. Ia juga mendapat pengaruh dari bibinya yang bermain gitar dan menulis lagu.
Sang paman mengiringinya dengan gitar dalam beberapa penampilan pertamanya.
Dolly mulai bernyanyi di gereja setempat yang pendetanya adalah kakeknya sejak berusia enam tahun. Sebelum menginjak usia remaja, ia sudah tampil di stasiun televisi lokal.
Pada usia 13 tahun, ia telah mencapai salah satu panggung bergengsi dalam musik country, yakni tampil di Grand Ole Opry di Nashville, Tennessee.
Legenda musik country tersebut telah menjual lebih dari 100 juta rekaman di seluruh dunia dan menulis lebih dari 3.000 lagu.
Dilaporkan BBC, Rabu (26/8/2026). Dolly menganggap serius kegiatan menulis lagu dan memandang dirinya terutama sebagai seorang penulis lagu. “Menulis adalah cara saya mengekspresikan diri. Bagi saya, itu adalah terapi,” ujarnya.
Penyanyi tersebut juga merupakan seorang pebisnis yang cerdas. Berbekal kecerdasan, selera humor, dan pesona, ia mampu melewati perjalanan panjang di dunia hiburan yang berlangsung selama lebih dari 60 tahun.
Riwayat Penyakit yang Diderita Dolly Parton
Dolly secara terbuka mengungkap sejumlah masalah kesehatan yang dialaminya dalam beberapa bulan menjelang kematiannya. Penyanyi country tersebut beberapa kali mengurangi perjalanan dan kegiatan profesionalnya selama menjalani perawatan.
Menurut laporan USA Today, pada 2015, ia menjalani perawatan karena batu ginjal, masalah yang kemudian diungkapkannya masih memengaruhi kesehatannya selama bertahun-tahun.
Dolly Parton mengungkap masalah kesehatan empat hari sebelum meninggal. Hanya empat hari sebelum meninggal dunia, Dolly kembali membicarakan kondisi kesehatannya dalam wawancara dengan People.
Dolly mengatakan beberapa masalah medis yang dihadapinya merupakan kondisi yang sebelumnya ia abaikan ketika merawat suaminya, Carl Dean, yang meninggal pada Maret 2025.
“Saya sedang menghadapi beberapa masalah kesehatan yang tidak saya perhatikan,” ujarnya.
Empat hari kemudian, ia meninggal dunia. Penyebab kematiannya belum diungkapkan kepada publik, dan baik keluarga maupun perwakilannya tidak mengaitkan kematiannya dengan masalah kesehatan yang sebelumnya ia ceritakan secara terbuka.
Dalam pernyataan yang mengumumkan diagnosis yang sebelumnya tidak diketahui publik, perwakilan Dolly mengenang warisan sang legenda musik country sekaligus mengungkap kondisi pada hari-hari terakhir hidupnya.
“Setelah dengan berani menghadapi perjuangan singkat melawan kanker, Dolly meninggalkan kehidupan duniawinya hari ini di Vanderbilt-Ingram Cancer Center, dikelilingi oleh orang-orang yang dicintainya.”
Kondisi kesehatan Dolly mulai memengaruhi jadwal profesionalnya pada September 2025.
Dolly dijadwalkan hadir di Dollywood pada 17 September untuk mengumumkan NightFlight Expedition, wahana baru di taman hiburan miliknya di Pigeon Forge, Tennessee. Namun, ia hanya menyapa para peserta melalui video rekaman.
Dolly menjelaskan bahwa batu ginjal menyebabkan infeksi dan dokternya menyarankan agar ia tidak bepergian.
Kurang dari dua minggu kemudian, Dolly mengumumkan penundaan enam konser dalam rangkaian “Dolly: Live in Las Vegas” di Colosseum at Caesars Palace.
Konser yang semula dijadwalkan pada 4-13 Desember 2025 tersebut ditunda hingga September 2026.
Dolly mengatakan dokter menyarankannya menjalani “beberapa prosedur” sehingga ia tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan latihan dan persiapan pertunjukan secara optimal.
Kekhawatiran publik meningkat pada 7 Oktober ketika kakak Dolly, Freida Parton, secara terbuka meminta penggemar mendoakan adiknya.
Freida mengatakan adiknya sedang “tidak merasa dalam kondisi terbaik belakangan ini”, yang kemudian memicu kekhawatiran publik.
Keesokan harinya, Dolly sendiri menanggapi spekulasi tersebut melalui sebuah video dengan keterangan, “Saya belum mati!”
Dolly mengakui memiliki “beberapa masalah” yang membutuhkan perawatan, tetapi membantah spekulasi bahwa dirinya sedang sekarat.
Kondisi kesehatan Dolly terus membatasi aktivitas perjalanannya pada November. Ia tidak dapat menghadiri pelantikannya ke International Association of Amusement Parks and Attractions Hall of Fame di Orlando.
Dolly mendapat penghargaan tersebut atas pengaruhnya terhadap Dollywood dan industri taman hiburan. Namun, ia hadir melalui video rekaman.
Setelah berbulan-bulan membatasi penampilan di depan publik, Dolly kembali ke Dollywood untuk pembukaan musim pada 13 Maret dan berbicara langsung mengenai proses pemulihannya.
“Saya mengalami beberapa masalah kesehatan kecil dan kami menanganinya dengan baik,” kata Dolly kepada para pengunjung.
Pada 4 Mei, Dolly mengumumkan bahwa konser Las Vegas yang sebelumnya telah ditunda akhirnya dibatalkan sepenuhnya.
Parton mengatakan kondisinya merespons obat dan perawatan dengan sangat baik dan terus membaik setiap hari, tetapi secara fisik belum mampu tampil dalam konser berskala besar.
Dolly kembali muncul di hadapan publik pada 24 Juni melalui penampilan mengejutkan dalam pembukaan Dolly’s Tennessean Travel Stop di Cornersville, Tennessee.
Penampilan tersebut berlangsung sekitar tujuh minggu setelah ia membatalkan konser Las Vegas dan menjadi salah satu dari sedikit penampilan langsungnya selama masa pemulihan.
Editor: Fahreza Rizky
Masuk tirto.id

































