1 Maret 1968

Johnny Cash dan June Carter: Cinta Abadi di Jagat Rock N Roll

Infografik Mozaik Kisah Cinta Cash Carter
Ilustrasi Johnny Cash dan June Carter. tirto.id/Gery
Oleh: Nuran Wibisono - 1 Maret 2018
Dibaca Normal 3 menit
Cinta sekeras
kayu. Menghantam-hantam
rayuan candu.
tirto.id - Dalam jagat rock n roll, kisah cinta sejati nyaris nihil. Di dunia yang dipenuhi narkotika, alkohol, dan tentu saja pesta adu kelamin; cinta sejati, apalagi pernikahan, rasanya terlalu muluk-muluk. Tapi itu tak berlaku untuk sepasang musisi besar: Johnny Cash dan June Carter.

Cash dan Carter dipertemukan di jagat musik country dan rock n roll. Cash dikenal luas lebih dulu. Ia pertama merilis lagu pada 1955, di bawah label Sun Records. Kemudian ia merilis lagu-lagu yang kelak jadi klasik, semisal "Folsom Prison Blues", juga "I Walk the Line". Karena banyak lagunya yang dikenal, Cash ditawari merekam album penuh dan menjadi artis Sun Records pertama yang membuat album LP (long played), format yang tak lazim pada saat itu.

Sedangkan Carter dikenal berkat garis keturunan dari Carter Family, kelompok bersaudara yang sudah merekam lagu country sejak 1927. June Carter masuk ke sirkuit tarik suara sejak usia 10. June Carter juga diajak bergabung dalam Mother Maybelle & The Carter Sister yang dibentuk ibunya, Maybelle Carter.

Bertemu di Belakang Panggung

Keduanya menjalani karier terpisah dan tak pernah bertemu hingga 7 Juli 1956. Saat itu Cash baru merilis "I Walk the Line" yang menjadi pemuncak tangga lagu country.

Ia dan rekan bandnya bermain di festival musik country mingguan bertajuk Grand Ole Opry. Mereka memainkan tiga lagu. Setelah usai bermain, di belakang panggung Cash bertemu dengan June Carter yang saat itu akan tampil bersama suaminya, Carl Smith.

Pertemuan mereka seperti sudah takdir. Carter sejak lama mengagumi musik Cash. Sedangkan Cash tumbuh dengan mendengarkan lagu dari Mother Maybelle & the Carter Sisters.

"Sejak lama aku ingin ketemu kamu," kata Cash di balik panggung.

"Aku merasa sudah mengenalmu sejak lama," balas Carter

Nyaris lima dekade kemudian, Carter berusaha kembali mengingat momen itu. "Aku tak ingat apapun yang kami bicarakan. Aku hanya mengingat sorot matanya," kenangnya.


Dalam Cash: The Autobiography (1998), Cash ingat bahwa ia mendatangi Carter dan bilang: kita akan menikah suatu saat nanti. Carter yang saat itu masih punya suami hanya tertawa. Menganggapnya guyonan belaka.

Sekitar enam tahun kemudian, Saul Holiff, manajer Cash, mengajak Carter untuk ikut bergabung dengan tur Cash. Konser Cash dan Carter pertama bertanggal 11 Februari 1962. Mereka manggung di Des Moines, Iowa. Di panggung itu, Carter sudah menunjukkan bahwa ia bisa menjinakkan Cash yang dikenal liar dan susah dikontrol. Carter memaksa Cash mengganti baju yang tampak kusut.

"Aku tak terbiasa menerima orang yang memerintahku seperti itu. Aku seperti kesal sejenak. Tapi toh aku akhirnya melepas baju itu, dan June menyetrika bajuku," kenang Cash dalam autobiografinya.

"Dan saat itu pula dimulailah dedikasi seumur hidupnya untuk membuatku bersih, dan penerimaan seumur hidupku untuk misinya itu."

Kedekatan antara Cash dan Carter nyatanya tak membuat semua orang senang. Vivian Liberto, istri Cash, jelas merasa cemburu. Saat suaminya melakukan tur bersama Carter, Vivian tinggal di rumah dan mengasuh empat orang anak.

Perlahan, kenang Vivian, semua jadi runtuh. Menurut Vivian yang dinikahi Cash saat masih menjadi serdadu, ada dua hal yang membuat pernikahannya runtuh: narkotika dan June Carter. Dalam buku biografinya, I Walked The Line: My Life With Johnny (2007), Vivian menyebut Carter sebagai "perempuan yang membahayakan keluargaku."


Vivian juga menganggap apa yang ada di film biografi Cash, Walk the Line, adalah kebohongan. Di film tersebut, tampak bahwa Cash yang mengejar Carter. Menurut Vivian, itu adalah kebohongan. Yang sebenarnya, ujar perempuan yang menikah dengan Cash selama 12 tahun ini, Carter yang amat agresif mengejar Johnny.

"Bahkan di belakang panggung sebuah konser, Carter bilang padaku bahwa, 'Cash akan jadi milikku.'"

Vivian dan Cash bercerai pada 1966. Begitu pula Carter yang bercerai dengan suami keduanya, Edwin Nix, di tahun yang sama. Vivian lalu menikah lagi dengan Dick Distin pada 1968. Di tahun yang sama pula, Cash akhirnya menikahi Carter.

Kawin, Beranak, dan Berbahagia

Film Walk the Line mereka ulang adegan Cash melamar Carter saat mereka manggung di Ontario, Kanada pada 22 Februari 1968. Kala itu, Cash mendadak menyela penampilan.

"Maaf untuk interupsinya, penonton. Tapi aku harus menanyakan June sesuatu sebelum kami menyelesaikan lagu ini,"

"Pertanyaan apa John?"

"Maukah kamu menikah denganku?"


Cash mengingat tahun 1968 sebagai tahun yang menjadi titik balik. Ia perlahan sembuh dari ketergantungannya pada narkotika. Ia juga pergi ke penjara Folsom State untuk konser dan merilisnya sebagai live album bertajuk At Folsom Prison. Album ini dinobatkan di peringkat 88 dalam daftar 500 Album Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone.

Puncaknya terjadi pada 1 Maret 1968, tepat hari ini 50 tahun lalu: Cash dan Carter akhirnya menikah. Sejak saat itu, mereka berdua tak terpisahkan. Pada 3 Maret 1970, anak mereka, John Carter Cash lahir.

"Rasanya kehidupan tanpa narkotika ini cocok denganku," kata Cash.



Cash dan Carter terus berkolaborasi di dunia musik. Lagu "If I Were a Carpenter" dan "Jackson" mendapat Grammy Award. Selain itu, Cash juga mempunyai acara televisi sendiri, The Johnny Cash Show, yang berlangsung dari 1969 hingga 1971.

Tapi kisah cinta Cash dan Carter tak selalu berjalan mulus dan berbunga-bunga. Selain tuduhan Carter merebut Cash dari Vivian, Carter harus menghadapi Cash yang berkali-kali terjerembab pada masalah yang sama: narkotika. Meski sudah dinyatakan bersih pada 1970 hingga 1977, Cash kembali memakai amfetamin pada 1977. Kecanduan serupa kembali terulang pada 1983, 1989, dan 1992.

Namun Carter tetap mendampingi Cash. Ia seperti menjelma bayang-bayang sekaligus penjaga Cash. Ini yang kemudian disesalinya. Menurut Cash, istrinya adalah salah satu musisi yang terabaikan di kancah musik country. Carter padahal musisi serba bisa. Ia mahir memainkan gitar, mandolin, harpa, juga banjo. Ia juga cakap bernyanyi, lucu, dan punya rentang karier yang panjang.

"Yang bikin aku sedih adalah dia akan selalu dipandang sebelah mata di kancah musik country, hanya karena ia adalah istriku. Ia akan dianggap sebagai istri Johnny Cash, buka seorang musisi berbakat. Itu adalah satu-satunya penyesalanku saat menikahinya," kata Cash.

Tapi Carter tak pernah keberatan dengan itu. Ia mencintai Cash dengan penuh seluruh, begitu pula sebaliknya. Hanya kematian yang akhirnya memisahkan Cash dan Carter. Pada 13 Mei 2003, June Carter meninggal dunia di usia 73. Empat bulan kemudian Cash menyusul sang istri tercinta.

Baca juga artikel terkait JOHNNY CASH atau tulisan menarik lainnya Nuran Wibisono
(tirto.id - Musik)

Reporter: Nuran Wibisono
Penulis: Nuran Wibisono
Editor: Ivan Aulia Ahsan
DarkLight