tirto.id - Presiden Republik Belarus, Alexander Lukashenko, tiba di Indonesia pada Rabu (1/7/2026). Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima langsung kunjungan kenegaraan tersebut di Istana Kepresidenan, Kamis (2/7/2026) besok.
Lukashenko mendarat di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu pagi. Kedatangannya disambut langsung oleh Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin.
"Saya menyambut kehadiran Presiden Republik Belarus H.E. Alexander Lukashenko di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta (Rabu, 1 Juli 2026)," tulis Sjafrie dalam unggahan Instagram pribadinya.
Sjafrie menyatakan kehadiran Presiden Lukashenko menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan persahabatan Indonesia–Belarus.
Dia menambahkan kunjungan ini juga membuka ruang penguatan kerja sama di berbagai bidang strategis.
"Sekaligus membuka ruang penguatan kerja sama strategis yang saling menghormati, saling menguntungkan dan berkontribusi bagi kemajuan kedua bangsa," imbuh Sjafrie.
Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono telah menerima kunjungan kehormatan Menlu Belarus, Maxim Ryzhenko, sebagai bagian dari rangkaian persiapan.
Dalam pertemuan itu, kedua negara sepakat meluncurkan Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 sebagai kerangka penguatan kerja sama yang akan diresmikan dalam kunjungan Presiden Lukashenko.
"Indonesia menyambut baik rencana peluncuran Road Map for Bilateral Cooperation 2026-2030 pada kunjungan ini yang diharapkan dapat menjadi kerangka kerja untuk mendorong kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan di antara kedua negara," tulis pernyataan resmi Kemlu RI.
Peta jalan tersebut akan menjadi acuan penguatan kerja sama di bidang ekonomi, pertanian, ketahanan pangan, kebudayaan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.
Selain membahas persiapan teknis, kedua menlu juga bertukar pandangan mengenai berbagai isu regional dan global. Kemlu RI meyakini kunjungan ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.
Belarus merupakan mitra penting Indonesia di kawasan Eurasia sekaligus anggota kunci Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Mengingat Indonesia dan EAEU telah menandatangani Free Trade Agreement pada Desember 2025, kunjungan ini dinilai sangat strategis.
Kehadiran Lukashenko di Jakarta kali ini merupakan kunjungan balasan atas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Belarus pada 15 Juli 2025 lalu.
Saat itu, Prabowo singgah di kediaman Lukashenko di Ozyorny, Belarus, di sela perjalanan kembali dari Prancis.
Dalam pertemuan hangat selama tiga jam tersebut, Lukashenko sempat mengungkapkan kedekatan hubungan kedua pemimpin.
"Bapak Presiden, setelah restorasi rumah ini (dulunya rumah militer), sebelum Anda, hanya Presiden Putin yang mengunjungi rumah ini. Dulu kala, bahkan sebelum restorasinya, (Presiden Cina) Xi Jinping berkunjung ke sini bersama keluarganya," ujar Lukashenko saat menyambut Prabowo kala itu.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengundang Lukashenko untuk berkunjung ke Indonesia.
"Saya juga berharap Yang Mulia nanti tidak lama juga akan berkunjung ke Indonesia," tutur Prabowo.
Undangan tersebut disambut antusias oleh Lukashenko yang menyatakan siap kembali ke Indonesia setelah kunjungan terakhirnya pada tahun 2013.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id


































