tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku kenal secara pribadi dengan Hary Nugroho Prasetyo, seorang pengemudi mobil Lexus yang tewas setelah kendaraannya tertimpa pohon tumbang di Jalan Metro Pondok Indah, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/10/2025) siang.
Pramono mengatakan, atasan dari Hary merupakan sahabatnya. Oleh karenanya, ia mengenal Hary secara langsung dari sahabatnya tersebut.
“Kebetulan almarhum saya kenal secara pribadi. Kebetulan apa? Atasannya almarhum itu sahabat saya. Jadi almarhum Hary ini saya kenal secara pribadi,” kata Pramono kepada para wartawan di kawasan Jakarta Barat, Senin (27/10/2025).
Atas insiden pohon tumbang itu, menurut Pramono, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung menawarkan bantuan pemakaman kepada pihak keluarga korban.
Selain itu, Pemprov DKI juga telah menawarkan bantuan dengan cara mengurus proses klaim asuransi atas kejadian yang menimpa Hary tersebut.
“Pemerintah daerah langsung menawarkan kepada keluarga apakah bersedia untuk kami siapkan pemakamannya. Kemudian yang kedua, tentunya karena ini, mohon maaf, meninggal karena tertimpa pohon, kan ada asuransi dan sebagainya, yang akan kami bantu untuk mengurusnya,” jelasnya.
Namun, Pramono mengatakan pihak keluarga Hary memutuskan untuk tidak mengambil tawaran tersebut. Pasalnya, pihak keluarga disebut telah memutuskan untuk memakamkan Hary di pemakaman milik keluarga yang berada di kawasan Bogor, Jawa Barat.
“Keluarga almarhum sudah memutuskan tidak menggunakan atau fasilitas yang kita berikan, tetapi akan dimakamkan di makam keluarga yang ada di Bogor. Kemudian untuk asuransi dan sebagainya akan ditangani secara tersendiri,” ucap Pramono.
Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI melalui Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Jakarta, Fajar Sauri, menyatakan duka mendalam atas insiden yang menewaskan Hary tersebut.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Pemprov DKI melalui Distamhut akan memberikan santunan kepada korban. Adapun nilai santunan yang disediakan maksimal Rp50 juta untuk korban meninggal dunia.
“Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di Pondok Indah. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Fajar dalam keterangan resminya, Senin.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id


































