Menuju konten utama

Pramono Instruksikan Bersihkan Ikan Sapu-sapu di Seluruh Jakarta

Pramono mengatakan, keberadaan ikan sapu-sapu merusak tanggul lingkungan sehingga berdampak pada kelestarian ekosistem perairan lokal.

Pramono Instruksikan Bersihkan Ikan Sapu-sapu di Seluruh Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (30/3/2026).
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan jajaran untuk membersihkan ikan sapu-sapu di seluruh wilayah DKI Jakarta yang terdapat banyak populasi ikan tersebut.

"Saya meminta bukan hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi (pembersihan)," kata Pramono saat memberikan keterangan pers di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Jakarta, Minggu (12/4/2026) sebagaimana dikutip Antara.

Belum lama ini, aksi pembersihan ikan sapu-sapu di Jakarta dimulai di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya di kali sekitar Grand Hyatt dan Plaza Indonesia (PI). Pembersihan itu melibatkan Wali Kota Jakarta Pusat, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

"Yang di PI kemarin sebagai awal. Memang sudah cukup banyak, tapi tidak mungkin langsung bisa selesai. Tetapi ini, menurut saya, merupakan sesuatu yang bermanfaat dan memberikan kontribusi positif," kata Pramono.

Politikus PDIP ini mengatakan, keberadaan ikan sapu-sapu merusak tanggul lingkungan sehingga berdampak pada kelestarian ekosistem perairan lokal.

"Kalau tidak dilakukan segera penangkapan, jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada ekosistem kita," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas KPKP Pemprov DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan permasalahan ikan sapu-sapu ini bukan hal yang baru, tetapi juga sudah pernah terselesaikan di kali Ciliwung.

Setelah pembersihan dan penangkapan, nantinya ikan sapu-sapu tersebut dibawa ke Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Ciganjur.

"Bangkai ikan sapu-sapu yang telah mati akan dikubur karena daya tahan ikan sapu-sapu ini memang jika tidak dipastikan mati maka bisa hidup tanpa berada di air," katanya.

Baca juga artikel terkait PEMPROV DKI

tirto.id - Sosial Budaya
Sumber: Antara
Editor: Andrian Pratama Taher