tirto.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi memulai kebijakan work from home(WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari ini, Jumat (10/4/2026). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan infrastruktur pengawasan tetap berjalan kuat guna memantau kinerja pegawai yang bekerja dari rumah.
Berdasarkan pantauan Tirto di Balai Kota Jakarta pada Jumat pagi, aktivitas di lobi Graha Ali Sadikin tampak lengang. Pada hari-hari lain, area itu biasanya ramai oleh lalu lalang para ASN.
Dalam ruangan kantor, terlihat banyak kursi yang tidak ditempati. Hanya sebagian ASN yang masih masuk dan bekerja secara luring.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memang mengatur agar tidak semua ASN bekerja dari rumah tiap hari Jumat. Ia mengatakan, hanya 25 sampai 50 persen ASN yang akan mengikuti kebijakan WFH.
“Rangenya antara 25 sampai 50 persen, berlaku mulai dengan tanggal 1 April kemarin. Tapi karena 1 April kemarin adalah hari libur, kita efektif laksanakan pada hari ini,” kata Pramono kepada para wartawan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
Menurutnya, Pemprov DKI menjadi salah satu institusi yang dengan cepat mengeluarkan instruksi Sekretaris Daerah (Sekda) serta Surat Edaran (SE) terkait penerapan WFH tersebut.
“Jakarta sudah membuat instruksi Sekda. Kita sudah membuat rapat. Saya yakin Jakarta yang pertama kali mengatur itu, bahkan Pergub-nya sendiri saya sudah tanda tangani,” ucapnya.
Untuk melakukan pengawasan pelaksanaan WFH, Pramono menegaskan bahwa infrastruktur pengawasan di Pemprov DKI sudah cukup kuat.
“Ya pengawasan kalau di Jakarta yang gitu kan infrastrukturnya sudah cukup kuat,” tutupnya.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Siti Fatimah
Masuk tirto.id































