Menuju konten utama

Pramono Gabungkan 3 Taman di Jaksel, Bakal Ada Jogging Track

Gubernur Jakarta, Pramono, mengatakan pihaknya berencana untuk membangun fasilitas jogging track di wilayah Jakarta Selatan.

Pramono Gabungkan 3 Taman di Jaksel, Bakal Ada Jogging Track
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan keterangan pers kepada para wartawan di Balai Kota Jakarta, Kamis (3/7/2025). tirto.id/Naufal Majid
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, Pemprov Jakarta berencana untuk membangun fasilitas jogging track di wilayah Jakarta Selatan. Hal itu dilakukan agar aktivitas olahraga tak terpusat di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat.

Rencana ini menjadi bagian dari penggabungan tiga taman sekaligus, yakni Taman Ayodya, Taman Langsat, dan Taman Leuser, yang akan direvitalisasi menjadi satu kawasan terbuka hijau seluas 6,5 hektare.

“Kami buatkan jogging track yang bagus, makanya akan ada alternatif bagi saudara-saudara sekalian yang hobi olahraga tidak semata-mata ke GBK atau ke Velodrome atau ke JIS [Jakarta International Stadium],” kata Pramono di acara Derap Kerja Sama Jakarta (DKJ) di Balai Kota, Jumat (11/7/2025).

Selain jogging track, Pramono juga berencana untuk melengkapi dengan fasilitas rekreasi dan kebudayaan seperti amfiteater, termasuk di berbagai taman lainnya. Dia menyebut fasilitas itu dirancang untuk mendukung ekspresi seni warga Jakarta yang menurutnya memiliki karakter sosial yang kuat.

“Karena saya tahu salah satu kelebihannya Jakarta itu DNA-nya, genetiknya itu sebenarnya senang dengan sesuatu yang bersifat terbuka, pertunjukan, berkesenian, berkebudayaan,” ucap Pramono.

Sebelumnya, Pemprov Jakarta akan memulai proyek penggabungan tiga taman di wilayah Jakarta Selatan pada bulan ini, Juli 2025. Pramono menjelaskan, proyek penggabungan taman dengan luas 6,5 hektar itu akan dimulai pada pekan depan dan ditargetkan rampung pada akhir Desember 2025.

Selain jogging track, Pramono juga akan membangun lapangan padel, hingga lapangan tenis.

Pramono menegaskan, proyek itu tidak akan didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, melainkan oleh dana yang diperoleh dari skema koefisien lantai bangunan (KLB).

“Sehingga dengan demikian, begitu banyak pilihan yang akan ada di Jakarta ini, dan itu pun tidak dibangun dari APBD, tetapi dari KLB,” ujar Pramono di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/7/2025).

Baca juga artikel terkait PRAMONO ANUNG atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama