tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI) akan memulai pembangunan dua dari total 11 rumah susun (rusun) di lingkungan DKI Jakarta. Pembangunan dua rusun tersebut akan dimulai karena telah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Pelaksanaan pembangunan pun akan dilakukan bersama Kementerian Perumahan dan pemerintah pusat agar program yang dijalankan tidak saling tumpang-tindih.
"Dua yang sudah ada anggarannya segera kita mulai. Pasti akan bekerja sama dengan Kementerian Perumahan, Pemerintah Pusat, karena mereka yang juga punya program yang sama, supaya ini tidak overlapping," ujar Pramono di Gajah Mada Plaza, Jakarta, Kamis, (9/7/2026).
Di saat yang sama, Ketua BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta, Akhmad H. Abu Bakar, menjawab terkait rencana pembangunan 400 rumah. Program itu menjadi bagian program bedah rumah dan bedah kawasan. Program ini akan dilaksanakan oleh Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta. Program itu ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan perbaikan atau renovasi rumah, serta tempat tinggal yang layak.
"Untuk pembangunan rumah yang kami sebut dengan istilah bedah rumah, ada juga bedah kawasan, dan itu dilaksanakan oleh Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta dalam rangka membantu mereka-mereka yang memang membutuhkan perbaikan atau renovasi rumah dan juga mereka yang memang membutuhkan tempat tinggal yang layak," kata Akhmad di lokasi yang sama.
Pelaksanaan program tersebut pun diketahui belum mencapai taget karena pelaksanaan baru berjalan hingga Juni. Pemerintah menargetkan penyelesaian sesuai target pada akhir tahun.
"Belum, target kita belum, karena ini baru sampai dengan Juni. Kita akhir tahun akan kita selesaikan sesuai dengan target," ujar Akhmad.
Penulis: Putri Az Zahra
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































