Menuju konten utama

Pramono: Aktivitas Warga di GBK Tak Semestinya Ditarik Biaya

Pramono menyatakan ketidaksetujuannya atas pengenaan biaya bagi para pengunjung yang ingin beraktivitas di GBK.

Pramono: Aktivitas Warga di GBK Tak Semestinya Ditarik Biaya
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, meresmikan rute Transjabodetabek Bekasi-Dukuh Atas di Halte Galunggung, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Kamis (3/7/2025). tirto.id/Naufal Majid

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengimbau masyarakat yang merasa dikenakan biaya ketika menggunakan fasilitas di kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) untuk pindah ke Jakarta International Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur, atau Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Hal tersebut diutarakan Pramono menyusul adanya keluhan warga yang mengaku dipatok uang sebesar Rp1,9 juta saat hendak melakukan kegiatan yang diselenggarakan oleh Komunitas Bermain.

“Kalau memang di GBK dikenakan [biaya], pindah aja [ke] Velodrome ataupun JIS. Kami akan beri kebebasan,” ujar Pramono saat ditemui wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (4/7/2025).

Meski begitu, Pramono tetap menyatakan ketidaksetujuannya atas pengenaan biaya bagi para pengunjung GBK itu. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh komunitas tidak seharusnya dikenakan biaya.

“Kalau [biaya bagi aktivitas di GBK] itu saya gak setuju. Kalau komunitas gak, gak kena. Kalau komunitas gak ya,” tegasnya.

Namun, Pemprov Jakarta disebutnya tidak bisa bertindak banyak atas keluhan warga itu sebab kawasan GBK dikelola oleh pemerintah pusat.

“GBK sekarang ini kan sepenuhnya kewenangannya ada di pemerintah pusat dan diatur. GBK kan sudah ada kepengurusan. Jadi, GBK bukan bagian yang dikelola oleh Pemerintah Jakarta,” ucap Pramono.

Sebelumnya, viral di media sosial X, seorang pengguna dengan nama akun @Dinogalak mengunggah sebuah tangkapan layar yang berisikan imbauan kepada para anggota Komunitas Bermain untuk membayar uang sebesar Rp1,9 juta ketika akan menggelar kegiatan di kawasan GBK.

Biaya itu dibebankan kepada komunitas karena acara yang akan diselenggarakan melibatkan lebih dari 20 orang.

“Kegiatan komunitas bermain GRATIS dan semua orang boleh main. Aktivitas cuman permainan tradisional. Tapi dipalakin sampe 1.9jt/kegiatan? Terus buat apa bayar pajak? Kita juga ga pake lapangan khusus. Tolong Pak Gub @pramonoanung. Di Bandung aja kita bisa aktifitas gratis,” tulis akun tersebut pada Kamis (26/6/2025) lalu.

Baca juga artikel terkait KOMPLEKS GBK atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Fadrik Aziz Firdausi