Menuju konten utama

Prabowo Temui PM Anwar Ibrahim Bahas Konflik Thailand-Kamboja

Tito mengatakan, PM Malaysia, Anwar Ibrahim, ingin menyelesaikan perang Thailand dan Kamboja dan ingin berbincang dengan Presiden Prabowo di Jakarta.

Prabowo Temui PM Anwar Ibrahim Bahas Konflik Thailand-Kamboja
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi ke-19 Uni Parlemen Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam atau Parliamentary Union of the OIC (PUIC) tahun 2025 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (14/5/2025). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.

tirto.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyatakan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim, bakal menemui Presiden Prabowo Subianto untuk membahas konflik Thailand dengan Kamboja di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Dalam acara pelantikan Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII di Kampus IPDN, Sumedang, Jawa Barat, Senin (28/7/2025), Tito menceritakan Presiden Prabowo berniat menghadiri acara tersebut, namun batal.

"Sampai dengan kemarin pagi juga beliau [Prabowo] masih tetap konsisten untuk hadir. Kemudian, sore hari kita berkabar bahwa beliau akan mendapatkan kunjungan yang sangat penting, yaitu Perdana Menteri Malaysia Datuk Sri Anwar Ibrahim yang akan datang ke Indonesia," urai Tito saat memberikan amanat dalam kegiatan pelantikan Pamong Praja Muda IPDN, Sumedang, Jawa Barat, Senin (28/7/2025).

Tito lantas menyinggung soal konflik antarnegara yang tengah terjadi di antara negara ASEAN, yakni antara Thailand dengan Kamboja. Ia menilai, konflik antarnegara di ASEAN sejatinya jarang terjadi. Sebab, negara di ASEAN terkenal aman dan damai.

Oleh karena itu, Malaysia yang kini tengah memegang keketuaan ASEAN ingin menyelesaikan konflik Thailand-Kamboja dengan segera. Penyelesaian konflik kedua negara itu bakal dibahas oleh Anwar selaku pemimpin Malaysia bersama Prabowo di Jakarta hari ini, Senin (28/7/2025).

"Perdana Menteri Malaysia sebagai Ketua ASEAN berusaha untuk menyelesaikan permasalahan Thailand dan Kamboja dan beliau pada siang-sore hari ini, ini direncanakan hadir, datang langsung ke Jakarta untuk bertemu dengan Bapak Presiden," sebut Tito.

Untuk diketahui, aksi saling serang mewarnai perbatasan Thailand dan Kamboja sejak pekan lalu. Pada Mei 2025, sejumlah tentara Kamboja tewas setelah baku tembak dengan tentara Thailand di kawasan perbatasan.

Kemudian, pada 23 Juli 2025, lima tentara Thailand dilaporkan terluka akibat ranjau darat saat patroli. Thailand menuding Kamboja bertanggung jawab penuh terhadap insiden ranjau darat tersebut.

Mereka yakin ranjau itu baru ditanam oleh pihak Kamboja. Akibat ketegangan ini, baku tembak pun tak terhindarkan keesokan harinya.

Menteri Kesehatan Thailand, Somsak Thepsuthin, mengatakan, 12 orang, yakni 11 warga sipil dan satu tentara, tewas akibat tembakan artileri oleh pasukan Kamboja, menurut laporan Reuters.

Ia menambahkan, sebanyak 24 warga sipil dan tujuh personel militer terluka. Seorang anak termasuk dalam korban warga sipil yang tewas.

Baca juga artikel terkait ASEAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Andrian Pratama Taher