Menuju konten utama

Prabowo Teken Inpres Percepatan Pembangunan Pulau Enggano

Presiden Prabowo Subianto, meneken instruksi presiden (Inpres) percepatan pembangunan di Pulau Enggano, Bengkulu.

Prabowo Teken Inpres Percepatan Pembangunan Pulau Enggano
Presiden Prabowo Subianto memimpin upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6/2025). Youtube/Sekretariat Presiden

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto, meneken instruksi presiden (Inpres) percepatan pembangunan di Pulau Enggano, Bengkulu. Hal ini diumumkan Wakil Ketua DPR, Ahmad Sufmi Dasco, melalui akun resminya @sufmi_dasco di Instagram.

Menurut Dasco, penerbitan Inpres tersebut dilakukan setelah Prabowo mendengarkan langsung terkait persoalan Pulau Enggano.

"Setelah mendengarkan keluhan dari masyarakat Pulau Enggano, DPR RI berkomunikasi dengan Presiden Prabowo dan mengadakan rapat bersama kementerian-kementerian terkait serta kemudian diterbitkan Inpres untuk membantu permasalahan yang ada di Pulau Enggano supaya masyarakat terbantu," tulis Dasco dalam unggahan Instagram-nya, dikutip, Selasa (24/6/2025).

Dalam unggahan Dasco, Prabowo berharap masyarakat Enggano dapat terbantu melalui penerbitan inpres tersebut.

"Saya berharap rakyat enggano tetap semangat, kita akan terus bantu dan mendorong pembangunan di Enggano, sekarang ini saya tanda tangan inpres untuk mempercepat kelancaran pembangunan di Enggano," kata Prabowo.

Untuk diketahui, DPR RI telah menerima keluhan dari masyarakat Enggano mengenai hambatan transportasi laut karena pendangkalan pelabuhan yang menyebabkan masyarakat terisolasi.

Di satu sisi, anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka juga sempat turun ke lapangan untuk meninjau permasalahan itu.

Pulau Enggano merupakan pulau terluar yang letaknya berada di tengah-tengah Samudera Hindia, sekitar 156 km atau 90 mil laut dari Kota Bengkulu. Untuk mencapai pulau terluar Indonesia di Bengkulu tersebut, salah satunya memanfaatkan transportasi laut.

Jika berlayar ke Pulau Enggano menggunakan kapal penyeberangan, akan membutuhkan waktu tempuh setidaknya selama 12 jam. Namun, sejak tiga bulan terakhir Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu mengalami pendangkalan alur, aktivitas keluar masuk dermaga pelabuhan menjadi terganggu.

Hal tersebut juga mengganggu aktivitas pelayaran menggunakan kapal penyeberangan ke Pulau Enggano. Akses masyarakat Enggano terkendala, karena kapal penyeberangan tidak bisa keluar masuk dermaga Pelabuhan Pulau Baai.

Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pihak terkait mengupayakan transportasi laut ke Enggano tidak terisolasi dengan sandar luar pelabuhan Pulau Baai untuk kapal penyeberangan.

Upaya lainnya, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mendistribusikan bantuan bahan pokok dan kebutuhan lain bagi warga Enggano, dan juga melihat pelabuhan-pelabuhan lain yang ada di Bengkulu untuk bisa dimanfaatkan sebagai akses transportasi dari dan ke Enggano.

Baca juga artikel terkait PRABOWO SUBIANTO atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama