Menuju konten utama

Prabowo Pertimbangkan Gugat Eks Pejabat OJK yang Abaikan MSCI

Prabowo menilai kelalain pejabat OJK untuk merespons surat MSCI sebagai bentuk maladministrasi.

Prabowo Pertimbangkan Gugat Eks Pejabat OJK yang Abaikan MSCI
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat menghadiri perayaan Natal Nasional 2025 di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menyayangkan sikap para pejabat yang ada di otoritas pengawas pasar modal karena tidak menjawab tiga hingga empat surat yang dikirimkan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dia bahkan menyebut ada kelalaian tugas yang dilakukan pejabat otoritas atas terabaikannya permintaan MSCI untuk perbaikan pasar modal Indonesia melalui surat-surat tersebut.

"Saya pikir ada, saya akan mengatakan, kesalahan administrasi yang jelas. Kelalaian tugas yang jelas," katanya dalam wawancara dengan Bloomberg, dikutip Selasa (17/3/2026).

Karena pengabaian ini, Prabowo bahkan mempertimbangkan untuk melakukan gugatan hukum.

"Ya, ya (terhadap regulator). Para pejabat. Maksud saya, seseorang menulis surat kepada Anda, Anda harus menjawab. Segera," tambah Prabowo.

Meski begitu, ia mengakui bahwa nihilnya jawaban untuk surat yang dikirimkan MSCI dilatarbelakangi oleh adanya masalah komunikasi. Namun, hal ini terjadi karena otoritas pengawas pasar modal terlalu fokus bekerja.

"Saya harus mengakui, ya. Saya pikir kita memiliki masalah komunikasi karena kita terlalu fokus pada pekerjaan," tambahnya.

Sementara itu, sebelumnya Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo mengungkapkan, karena polemik MSCI yang berdampak pada anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG), Prabowo lantas meminta pimpinan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bertanggung jawab dengan mundur dari jabatan yang mereka emban.

"Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri," ungkap dia di Main Hall BEI, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2026).

Bukan tanpa alasan, Prabowo marah karena MSCI sudah mengirimkan empat pucuk surat untuk Indonesia. Mereka memberikan peringatan karena pasar saham Indonesia dinilai tidak transparan.

"Dan ada alasannya karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan, Pak. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada pemerintah Indonesia," ujarnya.

Baca juga artikel terkait PRABOWO SUBIANTO atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana