Menuju konten utama

Prabowo Buka Opsi Terapkan 4 Hari Kerja Untuk Tekan Konsumsi BBM

Selain kebijakan WFH ini, Prabowo berencana mengubah banyak kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka menjadi secara online atau daring.

Prabowo Buka Opsi Terapkan 4 Hari Kerja Untuk Tekan Konsumsi BBM
Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum (WEF), di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). foto/Setpres/Mukhlis JR
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto membuka peluang penerapan kebijakan empat hari kerja dalam sepekan sebagai upaya menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia.

Langkah tersebut sebelumnya telah diterapkan oleh Filipina untuk menghemat konsumsi bahan bakar di tengah gejolak geopolitik yang disebabkan perang Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Selain itu, pemerintah Pakistan juga mengumumkan kebijakan serupa, dengan menjadikan Jumat sebagai hari libur dan mewajibkan 50 persen pegawai bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) mulai Maret 2026.

"Saya pikir Pakistan telah mengumumkan bahwa mereka akan menguranginya menjadi 50 persen. Dan mereka sedang menerapkan langkah-langkah penghematan secara besar-besaran. Mereka juga mengumumkan, saya pikir, empat hari kerja dalam seminggu. Saya pikir Filipina juga. Kami sedang mempertimbangkan ini untuk minggu kerja," kata dia dalam wawancara dengan Bloomberg, dikutip Selasa (17/3/2026).

Sejalan dengan rencana kebijakan WFH ini, Prabowo merencanakan untuk mengubah banyak kegiatan yang sebelumnya dilaksanakan secara tatap muka menjadi secara online atau daring.

"Jadi saya terutama bertekad untuk menurunkan konsumsi, konsumsi bahan bakar, di masa darurat ini," tambahnya.

Kata Prabowo, upaya penghematan konsumsi BBM melalui kebijakan WFH sebenarnya sudah pernah ditempuh pemerintah Indonesia pada masa pandemi Covid-19. Pada saat itu, 75 persen pegawai dari semua kementerian dan lembaga pemerintahan bekerja dari rumah.

Namun, terlepas dari berbagai langkah yang ditempuh untuk menghemat konsumsi BBM, Prabowo berkomitmen untuk terlebih dulu mempertahankan disiplin fiskal negara. Dus, diharapkan gejolak geopolitik dunia tidak akan membuat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melesat lebih dari 3 persen.

"Saya sebenarnya tidak percaya pada defisit. Mungkin saya kuno. Saya menyampaikan pidato di Kongres Nasional saya, majelis kami. Saya mengatakan bahwa rencana kami adalah untuk mempertahankan defisit di bawah 3 persen. Itu sudah menjadi tradisi dan kami telah mempertahankannya selama bertahun-tahun," jelas Prabowo.

Baca juga artikel terkait PRABOWO SUBIANTO atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Hendra Friana