tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah daerah menyesuaikan peraturan daerah (Perda) yang memungkinkan pembukaan lahan dengan cara membakar. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam dua rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026).
Prabowo sebelumnya meninjau langsung penanganan karhutla di Kalimantan Barat dan melanjutkan koordinasi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
"[Pembukaan lahan dengan dibakar] memungkinkan, tetapi sekali lagi sebetulnya bukan berarti kemudian diperbolehkan ya. Itu kan kearifan lokal yang menurut tadi di dalam rapat juga disepakati bahwa yang pertama diminta untuk itu, Perda tersebut kalau bisa dilarang, disesuaikan," kata Prasetyo usai rapat koordinasi, dikutip akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (22/8/2026).
Prasetyo menjelaskan, sejumlah daerah memang memiliki aturan yang memungkinkan pembukaan lahan dengan metode pembakaran sebagai bagian dari kearifan lokal. Namun, aturan ini dinilai perlu disesuaikan agar tidak menjadi celah bagi pembakaran yang berpotensi meluas menjadi karhutla.
Sebagai gantinya, pemerintah akan mencari alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan pembukaan lahan. Salah satunya dengan memberikan dukungan alat berat seperti ekskavator agar masyarakat tidak perlu membuka lahan dengan cara membakar.
"Jadi ekskavator-ekskavator yang itu diperlukan untuk membuka lahan tadi juga sudah diputuskan oleh Bapak Presiden untuk nanti akan ada perkuatan atau penambahan alat-alat berat untuk nantinya membantu masyarakat kalau ingin membuka lahan dengan harapan tidak membuka lahan dengan cara melakukan atau membakar," ujarnya.
Pemerintah Kirim Prajurit TNI ke Kalimantan
Sementara itu, sebagai langkah cepat penanganan karhutla di sejumlah titik di Kalimantan, pemerintah akan memperkuat personel di lapangan.
Prasetyo mengatakan, tiga batalyon tambahan dari Jawa dengan jumlah prajurit mencapai 1.200 orang akan dikirim ke Kalimantan untuk membantu pemadaman karhutla. Mereka akan diperbantukan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan yang saat ini menghadapi dampak karhutla paling parah.
"Insyaallah sore ini atau paling lambat besok sudah berada di lokasi," kata Prasetyo.
Menurut dia, di tiga provinsi tersebut sebenarnya telah terdapat batalyon yang membantu proses pemadaman. Namun, jumlah personel yang tersedia dinilai masih terbatas sehingga diperlukan tambahan pasukan dari luar Kalimantan.
Selain personel, pemerintah juga menambah peralatan untuk mempercepat penanganan kebakaran. Peralatan yang disiapkan antara lain helikopter untuk water bombing, pompa air, mesin bor untuk sumur, mobil tangki, serta mobil pemadam kebakaran.
"Di semua keperluan yang memang diperlukan di lapangan tadi yang kita miliki persediaan yang kita miliki langsung diputuskan oleh Bapak Presiden untuk didorong termasuk pengiriman tambahan mobil-mobil tangki dan mobil-mobil pemadam kebakaran," terang Prasetyo.
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id
































