Menuju konten utama

Prabowo di KTT BRICS: RI Tak Suka Didikte Kekuatan Tertentu

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia menolak didikte oleh kekuatan mana pun saat menghadiri KTT BRICS di India.

Prabowo di KTT BRICS: RI Tak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya dalam sesi terbuka KTT BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026) (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin didikte oleh kekuatan mana pun dalam menentukan arah kebijakan nasionalnya. Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri sesi terbatas bertema "Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism" pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-18 BRICS di New Delhi, India, yang berlangsung pada 12-13 September 2026.

"Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan," kata Prabowo sebagaimana keterangan BPMI Sekretariat Presiden yang diterima di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Prabowo menggarisbawahi bahwa ketangguhan dan kemandirian suatu negara harus berakar kuat dari dalam negeri.

Terutama melalui pemenuhan kebutuhan dasar rakyat, mulai dari pangan, energi, pendidikan, hingga jaminan kesejahteraan.

"Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera," katanya.

Strategi BRICS Perkuat Ketahanan Energi Lintas Wilayah

Di samping penguatan fondasi domestik, Kepala Negara menyampaikan bahwa ketahanan nasional dapat diperkuat melalui kerja sama internasional, termasuk di forum BRICS.

Sinergi sesama anggota dinilai strategis untuk memperluas kemitraan di sektor vital, seperti interkoneksi dan ketahanan energi lintas wilayah.

"Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan," katanya.

Sebagai anggota baru, Prabowo mengapresiasi para negara pendiri yang telah menyambut keikutsertaan Indonesia di kelompok yang merepresentasikan sebagian besar populasi dunia tersebut.

Ia turut menekankan peran strategis BRICS dalam menggemakan suara negara-negara selatan global (Global South) guna membentuk tatanan masa depan yang adil.

“Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan berarti kesejahteraan diwujudkan baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” ucap Prabowo dalam sesi terbuka KTT BRICS di Bharat Mandapam, New Delhi, Minggu (13/9/2026).

Menjelang batas waktu Agenda 2030 dan sasaran Sustainable Development Goals (SDGs), Prabowo mengingatkan pentingnya melangkah lebih jauh dari target tahunan semata demi memberikan peran yang semestinya bagi negara berkembang.

“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” ujarnya.

“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita, serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” sambungnya.

Usai menuntaskan seluruh rangkaian agenda KTT ke-18 BRICS yang berlangsung pada 12–13 September 2026 di bawah keketuaan India, Presiden Prabowo bersama rombongan terbatas mendarat kembali di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (14/9/2026) dini hari pukul 00.08 WIB.

Kepulangan Presiden disambut langsung oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.

Baca juga artikel terkait KTT BRICS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah