tirto.id - Kepala Korlantas (Kakorlantas) Irjen Agus Suryonugroho, mengatakan pemerintah berpeluang menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) atau kerja di mana saja untuk mengurai kepadatan lalu lintas selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
“Ketika nanti kami rapat dengan Kementerian Lembaga (K/L), di tanggal 22, 23, 24 itu nanti ada WFA atau WFH itu juga nanti bisa bergeser. Karena nanti rangkaian untuk pergeseran yang menuju ke Trans Jawa dan ke Merak Lampung, itu mungkin akan mendahului,” kata Agus di dalam Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
Polri memprediksi puncak arus mudik Nataru akan terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025. Sementara arus balik diprediksi terjadi pada 28 Desember 2025 dan 4 Januari 2025.
Menjelang arus balik, kata dia, terdapat juga potensi untuk diterapkan work from anywhere (WFA) pada tanggal 29,30,31 Desember 2025. Upaya ini dilakukan dengan harapan bisa mengurai volume arus balik.
“Yang pertama adalah prediksi kami dengan stakeholder yang sudah kami rapat itu tanggal 28, termasuk juga di penyeberangan, termasuk juga di tol, termasuk Jalan Arteri, dan mudik. Arus balik yang kedua itu adalah tanggal 4 (Januari 2026),” jelasnya.
Agus mengatakan pihaknya akan menggelar Operasi Lilin mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Lalu, Gelar pasukan menjelang Operasi Lilin akan diselenggarakan pada 19 Desember 2025.
Dia menjelaskan pelaksanaan Operasi Lilin terbagi menjadi empat klaster utama, yakni jalur tol, pelabuhan dan penyeberangan, jalan arteri hingga provinsi, dan pusat keramaian wisata dan tempat ibadah.
“Khusus jalur tol, kami laporkan proyeksi volume lalu lintas keluar Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Proyeksinya bahwa 2.905.318 kendaraan. Kalau prediksi selama Nataru itu hanya ada peningkatan 12,2 persen. Kalau Ketupat itu sampai 90 persen,” papar Agus.
“Artinya bahwa prediksi total lalin, traffic accounting yang ada di tol, yang ada di jalan arteri, itu seperti weekend plus 2 persen. Jadi masih bisa kita kendalikan,” tambahnya.
Korlantas Polri akan mempersiapkan Command Center di KM 29 untuk mengaktifkan skema contra flow maupun one way, apabila diperlukan. Dia mencontohkan apabila ada kemungkinan pengalihan arus di beberapa titik rawan.
“Apakah nanti parameternya itu harus kita contraflow atau kita buat one way, tentunya nanti Command Center di Kilometer 29 akan menilai kondisi pada saat itu. Jadi prediksinya boleh, tetapi kondisi pada saat itu kalau harus dilakukan one way, kami lakukan one way,” tutup Agus.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































