Menuju konten utama

Polisi: Warga Tak Terlibat Pengeroyokan Matel di Kalibata

Api yang menghanguskan 9 warung di sekitar TMP Kalibata juga tak berdampak ke pemukiman warga.

Polisi: Warga Tak Terlibat Pengeroyokan Matel di Kalibata
Polisi berjaga di area kios-kios yang terbakar pascakericuhan di kawasan Kalibata, Jakarta, Jumat (12/12/2025). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/nym.

tirto.id - Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, menegaskan bahwa aksi pengeroyokan terhadap dua orang penagih utang alias mata elang (matel) hingga tewas tidak melibatkan warga sekitar Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata atau tepatnya di Kelurahan Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.

Mansur menjelaskan warga yang bermukim di belakang kompleks warung tersebut hanya melihat aksi kerusuhan yang dilakukan oleh sekelompok penagih utang sebagai bentuk balas dendam atas tewasnya rekan mereka pada Kamis (11/12/2025) malam.

"Kalau bentrok dengan warga tidak ada. Warga hanya melihat saja saat itu. Karena ada terjadi kerumunan, warga akhirnya keluar untuk menyaksikan,” kata Mansur di sekitar warung TMP Kalibata, Jumat (12/12/2025).

Dia menuturkan aksi perusakan yang dilakukan oleh kelompok mata elang tersebut terjadi secara spontan sebagai bentuk pelampiasan emosi karena rekan mereka dikeroyok hingga tewas oleh orang tak dikenal di sekitar warung makan di TMP Kalibata.

"Kalau itu adalah teman dari teman-temannya mereka. Karena merasa temannya ada yang jadi korban, akhirnya mereka melakukan pelampiasan emosinya," jelasnya.

Meski api yang tersulut melahap 9 warung di sekitar TMP Kalibata, hal itu tak berdampak ke pemukiman warga. Mansur juga menjelaskan bahwa pada Jumat dini hari, api telah dipadamkan dan situasi telah kembali berjalan normal.

"Alhamdulillah enggak [berdampak ke permukiman warga]. Ya sekitar jam 02.00 itu api sudah padam. Saya juga langsung di TKP, api sudah padam. Alhamdulillah bisa padam," urainya.

Mansur menambahkan tidak ada imbauan atau upaya untuk merelokasi warga sekitar ke tempat lain imbas kerusuhan. Menurutnya, para warga cukup berdiam diri di dalam rumah hingga kondisi mulai aman.

"Warga semuanya sekitar sini hanya bertahan di rumah tinggal masing-masing saja," ujarnya.

Saat ini, aparat kepolisian menerjunkan satu kompi personel Brimob, 2 Kompi Sabhara, dan pasukan tambahan dari Polsek Pancoran dan Polres Jakarta Selatan untuk berjaga di lokasi.

"Situasi secara umum sudah kondusif, sudah aktivitas warga juga sudah normal kembali. Tinggal pembersihan puing-puing saja," ujarnya.

Baca juga artikel terkait KASUS PENGEROYOKAN atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fadrik Aziz Firdausi