tirto.id - Polda Metro Jaya menyatakan tidak menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat, sebagaimana aturan pemerintah. Hal itu dikarenakan demi tetap bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan pelayanan kepolisian seperti patroli, SPKT, maupun layanan lainnya tetap dibuka. Kegiatan patroli pun akan terus dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.
"Kalau pelayanan kepolisian itu tetap berjalan. Artinya ada regulasi bagi ASN, terus staf swasta yang setiap minggu diatur regulasinya," ujar Budi di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4/2026).
Dia menambahkan, Polda Metro Jaya tetap berkontribusi mendukung program pemerintah dengan melakukan penghematan BBM.
"Jadi, polisi tidak melaksanakan WFH, WFA, ataupun anywhere ataupun work from home, tetapi melakukan penghematan terkait tentang emisi, BBM, dan lain-lain. Itu kita lakukan," ungkap dia.
Menurut Budi, penghematan dilakukan dengan optimalisasi penggunaan kendaraan pribadi dengan transportasi umum. Anggota yang menggunakan mobil juga melakukan hemat energi dengan beralih ke motor.
"Tapi ada kegiatan-kegiatan jaldis (perjalanan dinas) lain misalnya kita tidak menggunakan kendaraan pribadi, bisa menggunakan transportasi umum. Terus bisa menggunakan dari kendaraan roda empat menggunakan kendaraan roda dua. Dari roda dua bisa menggunakan sepeda ke kantor," tutur dia.
Sebelumnya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengungkap adanya kelengangan jalan sebagai dampak kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) hari ini. Pemantauan arus lalu lintas pun masih dilakukan hingga saat ini untuk dijadikan bahan evaluasi.
“Masih kami evaluasi, namun memang volume berkurang dari biasanya,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin saat dikonfirmasi reporter Tirto, Jumat (10/4/2026).
Komarudin menjelaskan pantauan dari pagi hari hingga pukul 9.20 WIB memang ada pengurangan volume yang cukup signifikan, namun juga masih terdapat kepadatan di sejumlah titik. Kendati demikian, kepadatan yang terjadi hanya karena simpul dan crossing.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id


































