tirto.id - Program Studi Penerbitan, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa pelatihan penulisan artikel jurnalistik di Kampung Jawa Wadassari, Kota Tangerang Selatan.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi bagian dari upaya PNJ mendorong pelestarian budaya melalui literasi dan media. Pelatihan ini mengusung semangat pemberdayaan anak muda dengan mengajarkan keterampilan jurnalistik, khususnya di penulisan artikel budaya. Dengan menulis, peserta diharapkan menjadi agen pelestari serta promotor budaya lokal di era digital.
Irwansyah, dosen sekaligus jurnalis yang hadir sebagai pemateri dalam pelatihan tersebut, memaparkan materi bertema “Menulis Artikel Budaya: Menulis untuk Merawat Identitas dan Memperkenalkan Kearifan Lokal.”
Dalam pemaparannya, dia menjelaskan tulisan yang baik bisa menjadi pengingat kolektif dan arsip hidup tentang tradisi masyarakat. Dia mencontohkan artikel budaya bisa merekam tradisi lisan, cerita rakyat, upacara adat, hingga kuliner khas yang mulai terpinggirkan.
"Menulis bukan hanya sekadar aktivitas teknis, tetapi juga bentuk kecintaan terhadap akar budaya. Tulisan bisa memperkenalkan budaya kita ke dunia luar dan menghidupkannya kembali di tengah masyarakat," ujar Irwansyah dalam sesi pelatihan.
Dalam pelatihan ini, peserta dilatih menulis caption dengan sudut pandang human interest, agar artikel yang ditulis bisa menyentuh pembaca. Peserta juga diajak melakukan observasi sederhana terhadap kehidupan warga di sekitar Wadassari. Para peserta mengidentifikasi potensi budaya yang bisa diangkat dalam bentuk tulisan. Dari proses itu, lahirlah berbagai tema seperti kesenian wayang kulit, alat musik gong dan gamelan, serta pelestarian batik di lingkungan sekitar.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Jawa Wadassari, Slamedi Karso, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kegiatan ini. Ia menilai pelatihan ini sebagai angin segar untuk generasi muda di kampung yang selama ini belum memiliki banyak akses ke pelatihan literasi.
"Pelatihan ini menambah wawasan baru. Anak-anak muda sekarang bisa belajar cara menulis artikel yang bisa dibaca banyak orang. Ini penting agar budaya kita tidak punah, justru bisa dikenal lebih luas," kata dia.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wibowo, perwakilan dari Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan. Wibowo pun menyampaikan apresiasi terhadap keterlibatan akademisi dalam pelestarian budaya lokal melalui pendekatan pendidikan nonformal.
Menurut dia, pelibatan generasi muda dalam pelatihan seperti ini bisa menjadi strategi jangka panjang untuk memperkuat identitas budaya daerah. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan institusi pendidikan.
Adapun Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Penerbitan PNJ, Nurul Intan Pratiwi, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis. Kata dia, pelatihan ini menjadi bagian dari misi sosial perguruan tinggi untuk membangun masyarakat yang literat dan sadar budaya.
“Kami ingin anak-anak muda mengenal jurnalistik sejak dini. Lewat tulisan, mereka bisa memperjuangkan cerita-cerita yang selama ini hanya hidup di ingatan warga. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menjadi program rutin," ujar dia dalam penutupan pelatihan.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Peserta yang mayoritas berasal dari kalangan remaja dan pelajar terlihat antusias berdiskusi, mencatat, dan mencoba menulis artikel langsung berdasarkan materi yang diberikan.
Beberapa peserta mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan jurnalistik. Oleh karena itu, mereka merasa senang karena memperoleh ilmu baru dan bisa menggali cerita tentang lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.
"Saya jadi tahu kalau menulis itu bisa jadi cara menyelamatkan budaya. Ternyata nulis itu menyenangkan kalau temanya tentang kehidupan sekitar," ujar salah satu peserta.
Pelatihan ini juga menjadi ruang dialog antar-generasi. Para narasumber dan peserta saling bertukar cerita, termasuk tentang bagaimana budaya Jawa terus hidup di Wadassari melalui kesenian, bahasa, dan tradisi lokal lainnya.
Sebagai tindak lanjut, tim dosen Prodi Penerbitan PNJ berencana mengadakan publikasi tulisan-tulisan terbaik peserta dalam bentuk media komunitas daring. Tujuannya agar karya mereka bisa dibaca lebih luas dan menjadi inspirasi bagi komunitas lain.
Dengan mengusung semangat kolaborasi, literasi, dan pelestarian, pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal bagi kampung budaya seperti Wadassari untuk membangun ekosistem narasi budaya yang berkelanjutan.
Masuk tirto.id
































