PKS Bantah Program SIM Seumur Hidup Bisa Tingkatkan Kecelakaan

Oleh: Alexander Haryanto - 29 November 2018
Terkait pro dan kontra soal program kampanye itu, PKS yakin kebijakan SIM seumur hidup akan memberikan manfaat untuk masyarakat.
tirto.id - Juru Bicara Partai PKS, Pipin Sopian membantah program kampanye Partai Keadilan Sejahtera yang ingin pajak motor dan pemberlakuan SIM seumur hidup dinilai bisa meningkatkan tingkat kecelakaan.

Menurut Pipin, kedua hal itu tidak ada korelasinya sama sekali. Selain itu, kata Pipin, PKS juga telah mempersiapkan sistem pengawasan kepada pemilik SIM sehingga tidak bersikap seenaknya saat memakai motor.

"Solusi kecelakaan, kami mempelajari negara-negara maju yang memberlakukan poin kesalahan, sebut saja misalnya maksimal 12 poin. Ketika sudah mencapai 12 poin, SIM akan dibekukan," kata Pipin, Kamis (29/11/2018), seperti dikutip Antara.

Pipin menambahkan, pembekuan SIM tersebut juga akan dilihat dari jenis pelanggaran yang dilakukan pengendara.

Terkait pro dan kontra soal program kampanye itu, Pipin yakin kebijakan ini akan memberikan manfaat untuk masyarakat.

"Program kampanye ini berdasarkan aspirasi masyarakat, bukan ujug-ujug tanpa mendengar aspirasi dulu," ungkap Pipin.

Sebelumnya, LSM Road Safety Association (RSA) mengatakan, janji politik PKS soal SIM seumur hidup itu tidak mendasar dan hanya mencari sensasi politik saja.

Menurut RSA, janji politik itu sekaligus memperlihatkan bahwa PKS tidak serius dalam penanganan keselamatan jalan di Indonesia.

“Maka kami dengan tegas, menolak janji kampanye murahan ini, yang akhirnya bisa menambah potensi kecelakaan lalu lintas yang lebih tinggi di kemudian hari,” kata RSA melalui keterangan tertulis, Senin (26/11/2018).

RSA mengatakan, sampai saat ini korban meninggal akibat kecelakaan terus bertambah, sehingga mereka menilai pengetahuan mengenai lalu lintas jalan adalah hal penting untuk diketahui seluruh pengguna jalan.


Baca juga artikel terkait SIM SEUMUR HIDUP atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - Politik)

Sumber: antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto