tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan delapan pesan sebagai pedoman bagi para pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) dalam menjalankan transformasi budaya kerja baru. Dia juga menjelaskan langkah Kemensos dalam melakukan penghematan, salah satunya dengan meniadakan perjalanan dinas ke luar negeri.
Gus Ipul mengungkapkan hal itu saat memberikan arahan dalam acara apel transformasi budaya kerja di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kemensos Mira Riyati Kurniasih, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Supomo, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Agus Zainal Arifin, dan sejumlah pejabat tinggi madya Kemensos lainnya.
"Hari ini kami berkumpul dengan seluruh pegawai Kementerian Sosial untuk membulatkan tekad menyamakan langkah, menyamakan hati dan pikiran, dalam rangka menciptakan budaya kerja baru," kata Gus Ipul usai kegiatan.
Dia mengharapkan pelaksanaan transformasi budaya kerja baru membawa dampak positif kepada masyarakat. Hal ini sesuai pesan pertama Gus Ipul, yaitu bekerja harus berorientasi pada dampak bukan kegiatan. "Tidak boleh ada kegiatan tanpa output," ujarnya.
Gus Ipul menambahkan, dalam penerapan skema Work From Home (WFH) sekali dalam sepekan, pegawai Kemensos tetap harus berupaya menghasilkan sesuatu meskipun bekerja dari rumah. WFH harus mewujud dalam produktivitas secara digital.
Agar skema WFH tetap menghasilkan kinerja yang efektif, Gus Ipul meminta para pemimpin satuan kerja (Satker) untuk memberikan contoh, menjaga ritme kerja, hingga memastikan pencapaian target.
Para pegawai Kemensos pun diminta mempersiapkan ekosistem kerja digital. "Kita minta kepada seluruh jajaran Kementerian Sosial mempersiapkan ekosistem kerja digital yang presisi, memudahkan, dan terintegrasi," ujar Gus Ipul.
Selanjutnya, terkait penghematan, Gus Ipul menyatakan bahwa efisiensi pada dasarnya realokasi dampak. Tujuannya membuat birokrasi makin hemat sembari tetap memperkuat program prioritas.
Pesan Gus Ipul berikutnya adalah seluruh pegawai Kemensos harus tetap mengutamakan prioritas kerja di lapangan. "Rakyat harus tetap merasakan kehadiran kita semua, khususnya jajaran Kementerian Sosial," kata dia.
Sementara itu, untuk memastikan kedisiplinan dan integritas para pegawai Kemensos, Gus Ipul menegaskan, penegakan aturan dan pemberian sanksi tetap dilakukan dengan tegas tanpa kompromi.
Tahun 2025 kemarin, hampir 500 pegawai Kemensos yang diduga melakukan pelanggaran diberi peringatan, dengan 49 di antaranya diberhentikan. "Pada awal tahun ini, sungguh sangat menyesal, masih ada 3 ASN dan 1 masih dalam proses yang akan kita berhentikan," ujar Gus Ipul.
Terakhir, semua yang dikerjakan oleh Kemensos harus menuju satu arah yaitu, "Kemensos Hemat, Layanan Hebat."
Perjalanan Dinas Dibatasi, Tak Ada Kunker ke Luar Negeri
Selain menyampaikan delapan pesan terkait budaya kerja, Gus Ipul memaparkan kebijakan penghematan dalam perjalanan dinas.
Dia meminta seluruh unit kerja di bawah Kemensos menyeleksi perjalanan dinas prioritas, menghemat penggunaan mobil dinas, serta beralih memakai kendaraan listrik.
Semua unit kerja pun diminta untuk mengoptimalkan rapat daring serta mengutamakan transportasi umum dalam tugas kedinasan. Guna mendukung efisiensi, konsumsi energi seperti listrik, gas, air, dan lainnya di lingkungan perkantoran diharapkan lebih bijak.
Pemerintah mendorong tiap instansi mengurangi 50 persen perjalanan dinas dalam negeri dan 70 persen perjalanan dinas luar negeri. Namun, Kemensos sudah memutuskan untuk meniadakan perjalanan dinas ke luar negeri.
"Kementerian Sosial secara khusus mengambil keputusan, kita tidak akan melakukan perjalanan ke luar negeri artinya untuk perjalanan ke luar negeri kita nol persen," kata Gus Ipul.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































