Menuju konten utama

Pertamina Targetkan Penjualan BBM Tembus 90 Juta KL di 2029

Meski demikian, target tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, sebab tantangan berupa pelemahan harga minyak mentah di depan mata.

Pertamina Targetkan Penjualan BBM Tembus 90 Juta KL di 2029
Mobil tangki melintas usai mengisi BBM ke mobil tangki di area pengisian otomatis (New Gantry System) Integrated Terminal BBM Jakarta, Plumpang, Jakarta Utara, Selasa (2/4/2024). Jelang libur panjang Idul Fitri 1445 H , Pertamina telah menyiapkan sarana dan fasilitas tambahan yang meliputi 1.792 SPBU Siaga 24 Jam, 5.027 Agen LPG Siaga 24 Jam, 200 Mobil Tangki Stand By, 61 Kiosk Pertamina Siaga, 54 Motorist, dan 281 Pertamina Delivery Service. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

tirto.id - Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, mengatakan bahwa pihaknya menetapkan peningkatan target produksi dan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2029. Ketahanan energi nasional menjadi sumber utama Pertamina untuk tetap optimis di tengah pelemahan harga minyak.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (11/9/2025), Oki menargetkan peningkatan intake kilang dari 315 juta barel di 2025 menjadi 382 juta barel di 2029. Penjualan BBM juga meningkat dari 72 juta kilo liter (KL) menjadi 90 juta KL pada 2029.

"Untuk BBM kami menargetkan peningkatan penjualan BBM dari saat ini 72 juta kilo liter menjadi 90 juta kilo liter di tahun 2029," kata Oki.

Meski demikian, target tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, sebab tantangan berupa pelemahan harga minyak mentah di depan mata. Bahkan, Oki menjelaskan bahwa harga minyak mentah dunia masih akan terus menghadapi tekanan seiring dengan ketidakpastian global yang masih tidak menentu.

Tantangan ini terjadi sejak lama, terlebih saat adanya konflik Rusia-Ukraina, dan akan terus berlanjut pada tahun depan hingga ke level 59-60 dolar AS per barel.

"Tentu ini sangat mempengaruhi keekonomian dan profitabilitas dari Pertamina, dan menurut beberapa konsultan, perkiraannya tahun depan itu akan terus turun hingga di angka 59 hingga 60 dolar AS per barel," papar Oki.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pertamina International Shipping (PIS) memperkirakan harga minyak mentah dunia dapat tertekan signifikan dalam beberapa tahun ke depan akibat kelebihan pasokan. Direktur SDM dan Penunjang Bisnis PIS, Dewi Kurnia Salwa, menyebut harga minyak bahkan berpotensi turun hingga 51 dolar AS per barel.

"Kalau kita melihat di tahun 2025 ke depan, mungkin kita akan menghadapi di mana ada oversupply terkait dengan oil and gas, sehingga harga minyak pun itu bisa tertekan sangat turun ke 51 dolar AS per barel," kata Dewi di ICE BSD, Tangerang, Selasa (2/9/2025).

Dewi menjelaskan, volatilitas sektor energi masih akan terus berlanjut seiring dinamika global. Namun, meski fenomena kelebihan pasokan energi tersebut akan berdampak pada fluktuasi tajam harga minyak dan gas di pasar internasional, ia juga menyoroti bahwa dalam jangka panjang permintaan energi tetap akan melonjak.

Baca juga artikel terkait BBM atau tulisan lainnya dari Natania Longdong

tirto.id - Insider
Reporter: Natania Longdong
Penulis: Natania Longdong
Editor: Dwi Aditya Putra