tirto.id - Sungai Cisadane tercemar setelah terjadi kebakaran gudang distributor bahan kimia dan insektisida di kawasan Taman Tekno, Setu, Tangerang Selatan, pada Senin, 9 Februari 2026.
Saat kebakaran dan proses pemadaman berlangsung, ribuan liter cairan pembasmi hama dari kemasan yang pecah hanyut ke saluran drainase yang terhubung langsung ke sungai.
Limbah kimia tersebut mengalir ke hilir hingga wilayah Kota Tangerang, menyebabkan air sungai berbau menyengat, berminyak, serta mengakibatkan banyak ikan mati atau mabuk dan mengambang di permukaan.
Penyebab Tercemar Cisadane dan Update Kondisi Terkini
Peristiwa pencemaran Sungai Cisadane bermula dari kebakaran gudang distributor bahan kimia dan insektisida di kawasan Pergudangan Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan, pada Senin, 9 Februari 2026 yang disebabkan kelistrikan.
Saat kebakaran terjadi, ribuan liter atau sekitar 2,5 hingga 5 ton bahan kimia pembasmi hama di dalam gudang diduga pecah dan tumpah. Dalam proses pemadaman, cairan kimia tersebut terbawa air ke saluran drainase yang memang terhubung langsung dengan aliran Sungai Cisadane.
Akibatnya, limbah berbahaya itu mengalir ke sungai dan mencemari air, terutama di wilayah hilir yang berada di Kota Tangerang.
Dampak pencemaran mulai terasa pada Senin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Air Sungai Cisadane terdeteksi berbau menyengat, berminyak, dan menyebabkan ikan-ikan mati mendadak atau tampak mabuk serta mengambang di permukaan air, khususnya di wilayah Babakan, Sukarasa, dan sekitarnya.
Kondisi ini juga berdampak langsung pada layanan air bersih, sehingga Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang menghentikan sementara seluruh operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk mencegah air tercemar masuk ke jaringan pelanggan.
Pihak PDAM kemudian berkoordinasi dengan pengelola Bendung 10 untuk membuka pintu air agar limbah terdorong ke arah laut, sembari melakukan pemantauan kualitas air secara intensif setiap 30 menit.
Pada Selasa dini hari, hasil pemantauan menunjukkan kondisi air sungai mulai membaik. Sekitar pukul 05.00 WIB, Perumda Tirta Benteng secara bertahap kembali mengoperasikan instalasi pengolahan air, dan distribusi air bersih mulai dinormalkan hingga mencapai sekitar 95 persen.
Meski demikian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar sementara waktu menghindari kontak langsung dengan air Sungai Cisadane, tidak mengonsumsi ikan dari sungai tersebut, serta memperhatikan kondisi air sumur jika terjadi perubahan bau, warna, atau rasa.
"BPBD meminta masyarakat untuk sementara waktu menghindari kontak langsung dengan air Sungai Cisadane. Warga juga diminta untuk terus memantau informasi resmi yang disampaikan BPBD, PDAM, dan Dinas Lingkungan Hidup terkait perkembangan kondisi lingkungan," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar dikutip Antara (10/2).
Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti iritasi kulit, gangguan pernapasan, atau mata perih.
"Apabila terjadi kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan darurat melalui nomor 112 atau hotline BPBD dan Damkar Kota Tangerang di 021-5582144," pintanya.
Sebagai tindak lanjut, Kapolres Metro Tangerang Kota bersama instansi terkait turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi sungai, termasuk menyusuri aliran Sungai Cisadane menggunakan perahu karet.
"Kami ingin memastikan langsung dampak pencemaran ini terhadap lingkungan dan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mati karena dikhawatirkan sudah terkontaminasi zat kimia berbahaya," terang Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari dikutip detik (10/2).
Pemerintah daerah, BPBD, PDAM, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan serta pemeriksaan kualitas air, termasuk uji kandungan logam berat oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan menunggu pengumuman resmi hingga Sungai Cisadane dinyatakan benar-benar aman untuk digunakan kembali.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































