Menuju konten utama

Penjabat Gubernur DKI Resmikan Rumah Digital untuk Difabel

Rumah Digital menyediakan akses informasi seperti forum digital, agenda, acara, pelatihan kerja dan UMKM, hingga lowongan pekerjaan bagi difabel.

Penjabat Gubernur DKI Resmikan Rumah Digital untuk Difabel
Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono menyampaikan keterangan pers di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (4/6/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz.

tirto.id - Pejabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono meresmikan Rumah Digital untuk penyandang disabilitas yang berlokasi di Jalan Teluk Betung, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (4/11/2022).

Rumah Digital merupakan wadah teman-teman difabel di seluruh Indonesia untuk berkarya dan mendapatkan akses informasi seperti forum digital, agenda acara, pelatihan kerja dan UMKM, hingga lowongan pekerjaan.

Heru menjelaskan rumah digital bertujuan meningkatkan kemampuan literasi digital demi mewujudkan kesetaraan dalam segala bidang bagi difabel. Hal ini sesuai dengan visi Pemprov DKI Jakarta untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi semua kalangan.

"Ini menjadi bagian dari kewajiban kita untuk mempermudah rekan-rekan penyandang disabilitas dalam berkomunikasi lebih luas lagi dan tidak merasa sendiri, ada teman. Sehingga mereka bisa memiliki ide dan memberikan inovasi-inovasi yang terkadang tidak kita butuhkan," kata Heru di Jakarta, Jumat.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia menyadari kesulitan bagi penyandang disabilitas dalam mendapatkan akses informasi dan pola berkomunikasi. Hal itu dirasakan oleh hampir semua penyandang disabilitas di Indonesia.

Angkie mengatakan penyandang disabilitas sangat minim kemampuan dalam literasi digital. Salah satunya penyebabnya adalah minimnya komputer di Sekolah Luar Biasa.

"Sehingga dengan adanya wadah rumah digital untuk disabilitas ini bisa menjadi jawaban, sehingga para penyandang disabilitas memperoleh informasi, pelatihan kerja, dan UMKM, serta pendampingan untuk meningkatkan kemampuan literasi digital," kata Angkie.

Angkie mengatakan kemunculan Rumah Digital sebagai wadah yang dapat melahirkan talenta para difabel. Dengan begitu, mereka dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja nasional secara vokasi.

Hal ini didukung juga oleh forum inklusif dan interaktif berbasis digital pertama di Indonesia yang mempertemukan semua penyandang disabilitas dengan para pemangku kebijakan, yakni Productive+.

Sebagaimana arahan dari Presiden Joko Widodo, lanjut Angkie, pemerintah ingin Rumah Digital ini menjadikan para penyandang disabilitas kompetitif. Apalagi, Indonesia membutuhkan 600.000 talenta digital setiap tahunnya hingga 2035.

"Penyandang disabilitas harus mampu melahirkan karya digital Indonesia untuk menciptakan.” ungkap Angki.

Rumah Digital ini merupakan inisiasi Staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia bersama beberapa kolaborator seperti Productive+ dan FELLO--platform e-money yang mendukung transaksi cashless yang ramah pengguna bagi penyandang disabilitas--.

Baca juga artikel terkait PENYANDANG DISABILITAS atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Gilang Ramadhan