Menuju konten utama

Pengungsi Gunung Agung Butuh Susu Bayi dan Pakaian Dalam

Bupati Klungkung, Bali mengimbau donatur untuk menyumbang sesuai dengan kebutuhan pengungsi Gunung Agung saat ini, yaitu susu bayi, susu ibu hamil dan pakaian dalam.

Pengungsi Gunung Agung Butuh Susu Bayi dan Pakaian Dalam
Pengungsi Gunung Agung beristirahat di GOR Suwecapura, Klungkung, Bali, Minggu (24/9/2017). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

tirto.id - Bupati Klungkung, Bali, I Nyoman Suwirta mengatakan saat ini pengungsi Gunung Agung mengalami kekurangan kebutuhan yang tak terpikirkan donatur seperti pakaian dalam, sikat gigi, susu formula untuk balita (di atas tiga tahun) dan susu ibu hamil.

"Sekarang ini yang dibutuhkan pengungsi dan juga ada beberapa juga beberapa kebutuhan yang sangat tidak terpikirkan donatur seperti pakaian dalam wanita yang saat ini belum ada," ujar I Nyoman Suwirta di Posko Pengungsian GOR Sweca Pura, Kabupaten Klungkung, Senin (25/9/2017).

Pihaknya mengimbau agar donatur berhenti menyumbang mie instan karena stok di sejumlah titik pengungsian sudah berlebihan.

"Saya mendata kebutuhan logistik untuk jenis pangan ini sudah sangat banyak dan kami sudah menyampaikan melalui media sosial agar bantuan yang disumbangkan sesuai kebutuhan pengungsi," ujarnya, seperti dikutip Antara.

Pihaknya bersama relawan sudah membuat administrasi kebutuhan logistik yang dibutuhkan pengungsi, sehingga penataan gudang logistik untuk pengungsi Gunung Agung lebih baik dan dapat mengetahui barang apa yang berlebih.

Selain mie instan, lanjut Suwirta, kebutuhan pokok pengungsi yang sudah melebihi kapasitas adalah popok bayi, biskuit bayi.

Pihaknya mengakui, sudah menyampaikan imbauan ini melalui radio dan media sosial agar berkoordinasi dengan posko pengungsi sebelum memberikan sumbangan. "Kami sudah catat semua kebutuhan logistik pengungsi dan berapa jumlah yang dibutuhkan," katanya.

Hal ini dilakukan sebagai tanggung jawab moral kepada para pengungsi Gunung Agung, sehingga sumbangan dari masyakat ini tepat sasaran. "Kemarin malam [24/9/2017] saya sempat datang ke tempat logistik dan meminta relawan membungkus mie instan dengan terpal agar tidak terkena air hujan," ujarnya.

Apabila ini tidak dilakukan, maka logistik yang telah disumbangkan dari donatur akan cepat rusak dan dikhawatirkan tidak layak dikonsumsi. "Untuk ketersediaan mie instan ini, kami sudah menginstruksikan relawan agar segera menyalurkan mie ini ke posko-posko di sejumlah titik," ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada donatur yang ingin memberikan donasinya agar berkoordinasi dengan tim logistik penanggulangan bencana, sehingga apa yang dibutuhkan pengungsi dapat sesuai dengan kebutuhan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Klungkung, Bali, juga mengalokasikan anggaran Rp1,5 miliar dari APBD perubahan 2017, untuk mengantisipasi kebutuhan logistik para pengungsi Gunung Agung di daerah itu.

Ia mengakui, untuk alokasi anggaran bencana sudah mendapat bantuan dari BNPB untuk membantu segala kebutuhan pengungsi. Namun, bantuan dana dari BNPB itu belum digunakan dan masih ada dengan total anggaran Rp1 miliar.

Baca juga artikel terkait GUNUNG AGUNG BALI atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Dipna Videlia Putsanra
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra