tirto.id - Tari modern adalah bentuk seni yang mulai dikembangkan para seniman bersamaan dengan fungsinya, jenis-jenisnya, dan contohnya. Sejak dulu hingga sekarang, masyarakat terus mengembangkan seni tari di dunia dengan dipengaruhi oleh kemajuan zaman dan dinamika kehidupan manusia yang selalu berubah.
Fungsi tari modern juga banyak berkembang karena masuknya budaya asing yang sering disebut budaya modern. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan istilah "modern" sebagai sikap, cara berpikir, dan bertindak yang sesuai dengan tuntutan zaman atau tren.
Para penari dari Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa Barat mulai menciptakan tari modern, atau modern dance dalam bahasa Inggris, pada awal abad ke-20. Dalam sejarah tari modern, mereka menggagas bentuk tarian ini dengan meninggalkan kekakuan gaya balet klasik.
Apa yang Dimaksud dengan Tari Modern?
Pengertian tari modern dan contohnya penting untuk dipahami agar kita bisa membedakannya dari tari tradisional. Seni tari modern adalah bentuk tari yang berkembang sebagai reaksi terhadap tari tradisional yang dianggap terlalu kaku. Tari ini lebih menekankan kebebasan berekspresi dan gerak yang tidak terpaku pada aturan tertentu. Unsur improvisasi dan ekspresi pribadi menjadi ciri utamanya.
Menurut penjelasan tari modern, yakni gerakan yang dapat berasal dari eksplorasi tubuh penari itu sendiri. Musik yang mengiringi pun tidak selalu ritmis, tapi lebih menonjolkan suasana atau emosi. Tema yang diangkat sering kali berkaitan dengan kehidupan masa kini atau isu sosial.
Di Indonesia, tari modern berkembang dengan sentuhan budaya lokal. Banyak seniman memadukan teknik modern dari Barat dengan gerakan tradisional Nusantara. Hal ini menghasilkan karya tari yang unik, kontekstual, dan tetap relevan secara budaya.
Sejarah dan Perkembangan Tari Modern
Dikutip dari buku Seni Budaya (2015) terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, salah satu pelopor gerakan tari modern adalah Isadora Duncan, penari perempuan asal Amerika Serikat kelahiran 27 Mei 1877.
Isadora Duncan meninggalkan balet klasik yang dianggapnya penuh dengan aturan mengikat dan ingin menggunakan tari sebagai media ekspresi pribadi. Ia bertekad untuk menempatkan tari sebagai sebuah seni pertunjukan yang menarik.
Eko Supriyanto dalam Ikat Kait Impulsif Sarira (2018) mengungkapkan, Isadora Duncan dan beberapa pelopor seni tari modern lainnya seperti Loie Fuller dan Ruth St Denis telah melakukan berbagai eksperimen dengan jenis-jenis tari seperti folk dance, social dance, dan lainnya.
Para perintis seni tari modern di dunia itu kemudian mengembangkan tarian klasik menjadi sebuah koreografi yang dianggap tidak lazim pada masa itu. Penambahan dilakukan di berbagai aspek seperti pada gerak dan unsur pendukungnya, semisal kostum serta teknik pencahayaan.
Gerakan pada tari modern itu bersifat bebas dan tidak terikat oleh patokan aturan dan pakem tertentu. Pola gerakannya pun bersifat musiman dengan mengikuti tren tertentu yang tengah populer. Oleh karena itu, tari modern lebih diminati oleh kaum muda.
Apa Ciri-Ciri dari Seni Tari Modern?
Tari modern adalah bentuk seni tari yang berkembang dengan kebebasan gerak dan ekspresi. Berbeda dengan tari tradisional, tari modern tidak terikat aturan baku. Ini membuat penari lebih leluasa berkreasi.
Seni tari modern juga sering mengangkat tema kekinian dan sosial. Musik dan kostumnya pun beragam, mengikuti konsep tarian. Berikut ciri-ciri utama dari seni tari modern secara singkat.
1. Kebebasan Ekspresi
Penari bebas menunjukkan perasaan dan ide. Gerakan tidak terpaku pada pola tertentu. Improvisasi sangat diperbolehkan.2. Variasi Musik dan Kostum
Musik bisa klasik, kontemporer, atau ambient. Kostum disesuaikan tema tarian. Semua bebas dipilih sesuai kebutuhan.3.Tema Kontemporer dan Sosial
Tema sering berhubungan dengan isu zaman sekarang. Bisa sosial, politik, atau kemanusiaan. Tarian jadi media kritik dan refleksi.Fungsi dan Jenis-Jenis Tari Modern
Dikutip dari Apresiasi Seni: Seni Tari dan Seni Musik (2006) yang disusun oleh Sigit Astono dan kawan-kawan, terdapat dua tujuan atau fungsi pokok penyajian tari.
Pertama, pertunjukan tari digunakan sebagai alat komunikasi seni, seperti untuk kepentingan resital tari, lomba tari, dan pekan-pekan tari. Kedua, tujuan atau fungsi penyajian tari selaras dengan pengaruh budaya global, yakni untuk kepentingan yang bernilai profit atau komersial.
Kendati begitu, karya tari baru atau tarian eksperimental (modern) tetap digarap dengan mempertimbangkan kualitas atau ukuran-ukuran keindahan seni tari sebagaimana mestinya.
Ada pula beberapa jenis tarian baru yang semata-mata digarap dengan mengikuti selera pasar. Tari-tarian baru seperti inilah yang paling laku dijual pada masa kini dalam berbagai ragam penyajiannya.
Berdasarkan fungsinya, tari modern mencerminkan sifat sosial yang dibagi menjadi dua, yakni tari modern berfungsi sebagai media hiburan dan pertunjukan. Pada dasarnya, tari modern hadir sebagai media penyampaian ekspresi dan emosi untuk kepuasan penarinya.
Namun, ada juga tari modern yang sengaja dipertontonkan (theatrical dance). Tarian tersebut akan disusun secara sistematis dengan tema, konsep, kostum, artistik, penggarapan koreografi dan tujuan yang jelas.
Perkembangan seni tari modern yang terjadi karena tuntutan zaman, melahirkan bermacam-macam jenis tarian baik, di Nusantara maupun di mancanegara. Berikut ini jenis-jenis tari modern:
1. Balet
Tari balet dapat ditampilkan sendiri atau berkelompok dalam sebuah panggung opera. Jenis tari ini terkenal dengan teknik virtuosonya seperti pointe work, grand pas de deux, dan mengangkat kaki tinggi-tinggi.Teknik pergerakan dan keseimbangan pada tari balet memiliki kemiripan dengan teknik anggar, sebab keduanya berkembang pada periode masa yang sama, yakni pada perjalanan abad ke-18 Masehi.
Istilah ballo pertama kali digunakan oleh Domenico da Piacenza sehingga karyanya dikenal sebagai balleti atau balli yang kemudian menjadi balle atau balet.
Perkembangan tari balet bermula dari acara-acara bangsawan Italia. Kemudian dikembangkan lagi dalam bentuk ballet decour, yakni dansa sosial yang dimainkan bersama musik, kostum, puisi dan nyanyian oleh kaum bangsawan.
2. Tari Kontemporer
Tari kontemporer dikembangkan karena pengaruh modernisasi. Sehingga istilah tersebut mulai digunakan setelah istilah Contemporary Art berkembang di Barat sebagai produk seni pasca Perang Dunia II.Istilah ini mulai berkembang di Jepang seiring makin beragamnya teknik dan medium yang digunakan dalam memproduksi karya seni tari.
3. Break Dance
Break dance adalah jenis tarian tunggal yang dipopulerkan oleh kelompok pekerja Afrika-Amerika. Bentuk tariannya berupa gerakan patah-patah atau stakato dengan dibumbui gaya akrobatik.Tarian ini berkembang bersamaan dengan terkenalnya musik rap dalam komunitas tersebut.
Contoh Tari Modern
Tari modern adalah jenis tarian yang berkembang sesuai dengan dinamika zaman dan gaya hidup masa kini. Tarian ini cenderung menampilkan gerakan yang lebih bebas, kreatif, dan ekspresif. Contoh tari modern dapat ditemukan dalam berbagai pertunjukan, sebagai berikut:
1. Tari Tango
Tari tango merupakan tarian pergaulan dari Amerika Selatan, tepatnya Argentina, yang telah populer di seluruh dunia. Tarian ini memiliki irama yang disasarkan pada birama 2/4 atau 4/4 dengan tempo sedang.Gerakan tarian tango sangat memikat karena dimainkan dengan langkah-langkah yang menimbulkan kesan dan perasaan mengalir. Tarian ini dapat dibawakan sendiri, berpasangan maupun berkelompok.
2. Tari Flamenco
Tari Flamenco merupakan tarian pergaulan yang berasal dari tradisi gipsi Andalusia di Spanyol Selatan. Tarian ini dapat dibawakan secara tunggal, berpasangan maupun berkelompok.Tari Flamenco identik dengan pola ritmik yang berasal dari hentakan kaki para penari, seperti hentakan ujung kaki, tumit atau seluruh telaak. Tarian ini umumnya diiringi alat musik gitar, tepukan tangan, hentakan kaki dan seruan dari penonton.
3. Tari Salsa
Tari salsa merupakan salah satu jenis tarian yang dibawakan secara berpasangan. Kata Salsa berasal dari bahasa Spanyol yang berarti saus, dalam hal ini bermakna rasa atau gaya.Salsa ditarikan dengan menggunakan irama 8 ketukan, yakni 2 bar terdiri dari 4 ketukan. Setiap ketukan menggunakan tiga langkah dan satu ketukan dilewati. Ketukan yang dilewati itu biasanya ditandai dengan gerakan tertentu, seperti tendangan atau sentakan kaki.
Dalam membawakan tari salsa tidak memerlukan ruangan yang luas dan aturan baku. Walaupun begitu, gaya tarian yang khas membuat jenis tarian ini mudah untuk dikenali.
Tari salsa diiringi musik perkusi yang rumit dan cepat dengan gabungan musik tradisional Afrika, Kuba serta Amerika Latin. Pada masa kini, tarian salsa sering menggunakan musik yang berasal dari Son Kuba seperti Mambo dan Rumba.
4. Disko
Disko adalah jenis tarian yang dibawakan secara berkelompok. Tarian modern ini muncul pertama kali di Amerika Serikat pada tahun 1950-an, kemudian berkembang pesat di Jerman dan Perancis pada tahun 1970.Tarian ini diiringi musik dari lagu rhytm dan blues yang sangat meriah, sehingga mampu merangsang orang lain untuk ikut menari.
6. Waltz
Waltz termasuk jenis tarian berpasangan yang ditarikan dalam birama ¾ dengan tempo berbeda-beda. Tarian ini dikembangkan dari Weller, yakni tarian petani Jerman dan Leander dari Austria.Di Jerman, tarian ini dibawakan dengan tempo agak lambat. Sementara itu di Wina ditarikan dengan tempo cepat dan bersemangat.
Tari waltz yang terkenal adalah Vienese dan Boston. Pada tarian Vienese, pasangan penari berputar satu arah dengan cepat. Sedangkan dalam boston pasangan penari berputar ke segala arah dengan lambat.
7. Tari Merak
Tari Merak merupakan salah satu bentuk tari modern yang berasal dari Jawa Barat. Tarian ini termasuk tari kreasi yang terinspirasi dari gerakan dan keindahan burung merak, dan biasanya dibawakan secara berkelompok atau solo dalam pertunjukan seni.Ciri khas tarian ini terletak pada kostum yang menyerupai bulu merak berwarna cerah serta gerakan yang anggun dan lemah gemulai. Tari Merak banyak ditampilkan dalam acara budaya dan pertunjukan seni modern karena menggabungkan unsur tradisional dan estetika kontemporer.
8. Tari Yapong
Tari Yapong adalah tarian modern yang berasal dari Jakarta, tepatnya budaya Betawi. Tarian ini diciptakan pada tahun 1977 oleh seniman Bagong Kussudiardja untuk memperingati ulang tahun Jakarta yang ke-450.Tari Yapong menggabungkan unsur tari tradisional Betawi dengan gerakan dinamis dan musik modern, serta elemen visual seperti kostum warna-warni dan ornamen khas Tionghoa. Tarian ini bersifat enerjik dan biasa dibawakan secara berkelompok dalam acara-acara seni maupun perayaan budaya.
Masih banyak materi ajar menarik yang bisa kamu pelajari. Klik tautan Tirto.id di bawah ini untuk menemukan topik lainnya yang bermanfaat.
Penulis: Dewi Rukmini
Editor: Iswara N Raditya
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id






































