Menuju konten utama

Pendidikan Brimob Berapa Tahun, Benarkah Lulusan SMA?

Pendidikan Brimob ditempuh sekitar tujuh bulan di SPN, dengan syarat minimal lulusan SMA. Lalu bagaimana tahap lanjutannya?

Pendidikan Brimob Berapa Tahun, Benarkah Lulusan SMA?
Personel Satrimob Polda Bali memperagakan kemampuan bela diri saat peringatan HUT ke-79 Korps Brimob Polri di Denpasar, Bali, Jumat (15/11/2024). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Brimob (Brigade Mobil) merupakan salah satu kesatuan elite di bawah Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berperan dalam menangani situasi berintensitas tinggi, mulai dari penanggulangan terorisme, pengendalian massa, hingga penanganan ancaman bahan peledak.

Sebagai pasukan khusus, calon anggota harus melalui jalur pendidikan yang menekankan ketahanan fisik, kesiapan mental, serta keterampilan taktis. Peran strategis ini menempatkan Brimob sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di berbagai wilayah.

Proses untuk menjadi anggota Brimob dimulai dari seleksi penerimaan Bintara Polri, yang terbuka bagi lulusan minimal SMA atau sederajat. Setelah melewati rangkaian seleksi yang ketat, calon anggota akan menjalani pendidikan dasar kepolisian di Sekolah Polisi Negara (SPN) selama beberapa bulan.

Setelah dilantik sebagai anggota Polri, mereka yang ditempatkan di Korps Brimob masih harus menjalani pelatihan lanjutan, meliputi kemampuan tempur hingga penanggulangan teror, agar siap menghadapi tugas-tugas lapangan dengan risiko tinggi.

Pendidikan Brimob Berapa Tahun?

Pendidikan Brimob pada dasarnya mengikuti pola pendidikan Bintara Polri, yakni melalui program di Sekolah Polisi Negara (SPN). Masa pendidikan berlangsung sekitar tujuh bulan.

Dalam periode ini, peserta dididik dengan berbagai keterampilan dasar kepolisian, mulai dari pemahaman hukum, kedisiplinan, hingga teknik kepolisian umum. Setelah menuntaskan pendidikan di SPN, lulusan resmi dilantik menjadi anggota Polri dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Bagi mereka yang ditugaskan ke satuan Brimob, pendidikan tidak berhenti pada tahap dasar. Anggota akan mengikuti pelatihan lanjutan yang menekankan taktik, ketahanan fisik, serta kemampuan tempur.

Materi tambahan meliputi penanggulangan terorisme, penyelamatan sandera, pengendalian massa, hingga operasi khusus di wilayah rawan konflik. Artinya, meski pendidikan formal hanya berlangsung sekitar tujuh bulan, pembinaan keterampilan sebagai personel Brimob berjalan terus sepanjang karier.

Tahap Pendidikan untuk Menjadi Brimob

Tahapan pendidikan Brimob dimulai dengan program dasar di SPN selama kurang lebih tujuh bulan. Pada fase ini, peserta dibekali materi hukum, disiplin, baris-berbaris, teknik kepolisian umum, serta pembinaan fisik dan mental.

Setelah lulus, mereka resmi menyandang status sebagai Bintara Polri dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda). Bagi yang ditempatkan di Korps Brimob, tahapan berikutnya adalah pelatihan keahlian khusus.

Pelatihan lanjutan berada di bawah koordinasi Satuan Latihan (Satlat) Korbrimob. Materinya meliputi Penanggulangan Huru-Hara (PHH), Reserse Mobile (Resmob), penanganan ancaman Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR), Wanteror (penanggulangan teror), Jibom (penjinakan bom), hingga kemampuan terjun payung Free Fall.

Pelatihan ini dilakukan secara terpusat maupun kewilayahan dengan pola berjenjang. Tujuannya adalah memastikan setiap personel Brimob memiliki kesiapan fisik, mental, dan keterampilan taktis dalam menghadapi ancaman berintensitas tinggi maupun situasi kontijensi.

Benarkah Masuk Brimob Lulusan SMA?

Lulusan SMA atau sederajat dapat mendaftar menjadi anggota Brimob melalui jalur penerimaan Bintara Polri. Berdasarkan pengumuman resmi penerimaan Polri 2025, rekrutmen Bintara terbuka bagi lulusan minimal SMA/MA/SMK hingga perguruan tinggi.

Jalur Bintara Brimob menjadi salah satu pintu utama bagi lulusan SMA yang bercita-cita masuk Korps Brimob. Setelah lolos seleksi, mereka akan menempuh pendidikan di SPN selama kurang lebih tujuh bulan, sebelum dilantik dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Peluang masuk Brimob tidak hanya ditentukan oleh ijazah. Proses seleksi berlangsung ketat dengan berbagai tahapan, mulai dari pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, psikologi, akademik, jasmani, hingga penelusuran mental dan kepribadian.

Karena itu, calon peserta lulusan SMA tetap harus mempersiapkan diri dengan serius, baik secara fisik, mental, maupun akademik, agar mampu lolos dan mengikuti pendidikan dengan baik.

Apakah Selama Pendidikan Brimob Digaji?

Selama menjalani pendidikan di SPN, peserta belum berstatus sebagai anggota Polri penuh. Karena itu, mereka tidak menerima gaji sebagaimana polisi aktif. Sebagai gantinya, institusi kepolisian memberikan uang saku untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Jumlahnya memang tidak sebesar gaji, tetapi cukup untuk menunjang selama masa pembentukan.

Hak penuh sebagai anggota Polri baru diperoleh setelah mereka dilantik menjadi Brigadir Polisi Dua (Bripda). Pada tahap ini, lulusan berhak menerima gaji pokok sesuai ketentuan, lengkap dengan tunjangan dan fasilitas yang berlaku. Dengan demikian, selama pendidikan Brimob peserta hanya menerima uang saku, sedangkan gaji penuh baru diberikan setelah resmi masuk ke dalam struktur keanggotaan Polri.

Baca juga artikel terkait BRIMOB atau tulisan lainnya dari Astam Mulyana

tirto.id - Aktual dan Tren
Kontributor: Astam Mulyana
Penulis: Astam Mulyana
Editor: Dipna Videlia Putsanra