Menuju konten utama

Pencak Silat Pertama Kali Tampil di Markas UNESCO

Untuk pertama kalinya seni bela diri asli Indonesia yaitu pencak silat ditampilkan di Gedung UNESCO yang terletak di Paris, Prancis, oleh kelompok pencak silat KBRI Paris. Penampilan tersebut merupakan bentuk partisipasi Indonesia dalam acara ASPAC Evening yang diadakan Jumat (28/10/2016).

Pencak Silat Pertama Kali Tampil di Markas UNESCO
Peserta Darmasiswa ISI Padangpanjang asal Polandia, Karolina (kanan) dan Piotr (kiri) menunjukkan atraksi silat Minangkabau, pada pembukaan Festival Internasional Pencak Silat, di GOR Indarung, Padang, Sumatera Barat, Kamis (20/10). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra.

tirto.id - Untuk pertama kalinya seni bela diri asli Indonesia yaitu pencak silat ditampilkan di Gedung UNESCO yang terletak di Paris, Prancis, oleh kelompok pencak silat KBRI Paris. Penampilan tersebut merupakan bentuk partisipasi Indonesia dalam acara ASPAC Evening yang diadakan Jumat (28/10/2016).

Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, T. A. Fauzi Soelaiman, pada Senin (31/10/2016) mengatakan, Indonesia turut berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan kegiatan malam ASPAC dengan menyajikan pertunjukan seni pencak silat dan kuliner nusantara.

"Pertunjukan pencak silat bertepatan dengan sehari setelah ditetapkannya pencak silat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia sebagai salah satu dari 150 warisan budaya tak benda nasional Indonesia," ujarnya sebagaimana dikutip Antara.

Penetapan ini adalah langkah besar menuju pengusulan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda dunia UNESCO. Pesilat yang tampil pada malam ASPAC adalah Satria Nurizki Diass Suhana dan Sutra Patria Nurfaizi Diass Suhana, putra dari Alit Didin Supidin Suhana, pengasuh organisasi pencak silat di KBRI Paris dan staf Kantor Delegasi Tetap Indonesia di UNESCO.

Dalam acara tersebut, Indonesia juga menyajikan masakan khasnya yaitu gudeg, soun goreng udang dan sup baso ikan yang ludes sebelum acara berakhir.

Selain Indonesia, kelompok Negara Asia Pasifik dari negara-negara anggota UNESCO yang tergabung dalam ASPAC Group juga menampilkan pertunjukan budaya dan kuliner khas negeri mereka. ASPAC Evening dibuka dengan sambutan Ketua Kelompok ASPAC, Ambika Devi Luintel, Duta Besar Nepal dan Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova.

Dirjen UNESCO menyampaikan dukungan dan apresiasi atas penyelenggaraan malam ASPAC di UNESCO yang selalu ditunggu-tunggu. Kelompok ASPAC merupakan kelompok negara yang terbesar di UNESCO, sehingga peran dan keberadaannya sangat diperhitungkan di UNESCO.

Dirjen UNESCO memaparkan berbagai kegiatan dan keterlibatannya di berbagai belahan daerah di wilayah Asia Pasifik. Dia juga mengapresiasi penyelenggaraan World Culture Forum 2016 di Bali, Indonesia bulan lalu, yang membahas tema kebudayaan dan perannya dalam membangun dunia yang inklusif melalui pembangunan berkelanjutan.

Pada akhir acara, diadakan pemilihan dan pemberian dua penghargaan untuk gaun dan pakaian terbaik untuk kategori pria dan wanita yang menutup kemeriahan acara malam ASPAC.

Baca juga artikel terkait PENCAK SILAT atau tulisan lainnya dari Akhmad Muawal Hasan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Akhmad Muawal Hasan
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Akhmad Muawal Hasan