Menuju konten utama

Pemutakhiran DTSEN Maju, Penyaluran Bansos Jadi Lebih Cepat

Kemensos dan BPS majukan pembaruan data bansos jadi tiap tanggal 10, percepat penyaluran PKH dan sembako triwulan II 2026.

Pemutakhiran DTSEN Maju, Penyaluran Bansos Jadi Lebih Cepat
Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS) sepakat mempercepat siklus pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) penerima bantuan sosial reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako guna memastikan penyaluran lebih tepat waktu dan tepat sasaran. Di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2026) malam. foto/Dok. Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah mempercepat pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memperlancar penyaluran bantuan sosial (bansos) pada triwulan II 2026. Kebijakan ini disepakati Kementerian Sosial bersama Badan Pusat Statistik agar distribusi bantuan lebih tepat waktu dan sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pembaruan DTSEN yang sebelumnya diterima setiap tanggal 20 kini dimajukan menjadi tanggal 10 setiap triwulan. Perubahan ini mulai berlaku pada April 2026 dan seterusnya.

“Setiap tanggal 10 nanti kami terima, dan hasil pemutakhiran itu yang akan kami jadikan pedoman untuk menyalurkan bansos setiap bulannya,” kata Saifullah dalam siaran pers yang diterima tirto pada Rabu (2/3/2026).

Menurut dia, percepatan ini memberi ruang waktu lebih panjang untuk proses distribusi. Pemerintah menargetkan tingkat penyaluran bansos dapat terus meningkat dibandingkan periode sebelumnya.

Pada triwulan I 2026, realisasi penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako tercatat telah melampaui 96 persen. Capaian tersebut, kata Saifullah, menjadi dasar optimisme untuk meningkatkan kinerja distribusi pada periode berikutnya.

Penyaluran bansos dilakukan melalui dua skema, yakni perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Negara (Himbara) serta melalui PT Pos Indonesia.

Untuk triwulan II, pemerintah menargetkan kualitas DTSEN semakin akurat sehingga bantuan periode April–Juni 2026 dapat disalurkan tepat waktu kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.

Saifullah juga mengingatkan agar bantuan dimanfaatkan sesuai kebutuhan dasar. Selain itu, ia mendorong penerima manfaat untuk mengikuti program pemberdayaan sosial agar lebih mandiri.

“Kami mengajak secara bertahap ikut dalam program pemberdayaan sosial sehingga keluarga penerima manfaat ke depan lebih mandiri,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pihaknya tengah melakukan konsolidasi data sebagai persiapan pembaruan DTSEN triwulan II 2026. Data tersebut akan menjadi acuan utama pemerintah dalam menentukan penerima dan menyalurkan bansos pada periode mendatang.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis