Menuju konten utama

Pemrov Papua Minta Luhut Kaji Rencana Operasi Militer

Pemrov Papua Minta Luhut Kaji Rencana Operasi Militer

tirto.id - [caption id="attachment_51350" align="alignnone" width="1200"]Para prajurit TNI AD menyiapkan amunisi saat latihan menembak di lapangan tembak Yonif 613/RJA, Tarakan, Kalimantan Utara, Rabu (28/10). Kegiatan menembak ini merupakan rangkaian kegiatan memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-87, yang bertujuan untuk memantapkan dan memelihara kemampuan bertempur prajurit TNI AD sehingga selalu siaga dalam menghadapi setiap operasi militer guna mempertahankan NKRI. ANTARA FOTO/Fadlansyah/pd/15. Ilustrasi ANTARA FOTO/Fadlansyah[/caption]

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua meminta agar Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan mengkaji kembali pernyataannya terkait rencana operasi militer di bumi Cenderawasih tersebut. Pasalnya, statement Luhut dinilai meresahkan.

“Hal ini berpotensi memberi umpan balik yang luar biasa bagi seluruh komponen masyarakat,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Papua, Hery Dosinaen, di Jayapura, Jumat (18/3/2016).

Menurut dia, pihaknya berharap agar Menkopolhukam tidak memberikan pernyataan yang dapat meresahkan. Hery juga menyarankan agar Luhut sebaiknya melakukan kajian terlebih dahulu sebelum memberikan sebuah pernyataan ke publik.

Karena itu, lanjut Hery, pihaknya meminta agar pemerintah pusat mengkaji ulang rencana operasi militer di Papua sebagaimana pernah dilakukan di Poso, Sulawesi Tengah.

“Kami belum tahu soal informasi operasi keamanan yang akan diberlakukan di Papua, tapi soal itu harus kita duduk bersama, jangan sampai ada pernyataan emosional sesaat,” ujarnya.

Sebelumnya, empat orang pekerja di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, tewas akibat penyerangan kelompok sipil bersenjata. Penembakan ini disikapi pemerintah dengan akan melakukan operasi keamanan di Papua.

"Kita akan lakukan seperti di Poso. Poso, operasi maju dengan baik," kata Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, beberapa hari lalu.(ANT)

Baca juga artikel terkait MENKOPOLHUKAM LUHUT BINSAR PANDJAITAN atau tulisan lainnya

Reporter: Abdul Aziz