Menuju konten utama

Pembangunan Huntap bagi Korban Bencana Aceh Timur Dipercepat

Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Aceh Timur dipercepat melalui pendampingan BNPB dalam penyelesaian aspek teknis dan administrasi.

Pembangunan Huntap bagi Korban Bencana Aceh Timur Dipercepat
Huntara di Aceh Timur. (FOTO/dok.Satgas PRR/PTPP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemulihan permanen bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Timur memasuki babak baru. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal penyelesaian seluruh kelengkapan teknis dan administratif agar proyek pembangunan hunian tetap (huntap) dapat segera terealisasi.

Sebagai langkah nyata, Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendampingi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur pada 15 Juli 2026. Pendampingan ini berfokus pada kesediaan dan kesiapan lahan, tata kelola serta mekanisme penetapan inventor dan aplikator teknologi rumah tahan bencana, serta validasi data penerima manfaat.

Langkah ini diambil untuk menggaransi bahwa proyek huntap berjalan tepat sasaran, sesuai spesifikasi teknis, serta transparan secara administratif.

Tinjauan Lapangan dan Progres Huntara

Selain mematangkan rencana proyek huntap, Tim BNPB turut mengevaluasi kondisi hunian sementara (huntara) di beberapa titik, seperti Gampong Lubuk Pengpeng, Gampong Kabi, dan Kecamatan Banda Alam.

Secara umum, fasilitas huntara sudah berfungsi baik dan terhubung dengan jaringan utilitas utama seperti listrik, air bersih, serta akses jalan. Penyesuaian teknis minor masih terus dikoordinasikan demi kenyamanan warga selama masa transisi.

"Perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor perumahan di Kabupaten Aceh Timur menunjukkan kemajuan yang signifikan. Penyelesaian huntara telah mendekati target dan seluruh unit yang selesai dibangun telah dimanfaatkan masyarakat. Fokus pendampingan saat ini diarahkan pada percepatan kesiapan pembangunan hunian tetap," tulis Tim BNPB dalam laporannya kepada Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian.

Safrizal ZA selaku Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Satgas PRR Pascabencana Aceh menegaskan, kunci percepatan pengadaan huntap terletak pada ketepatan administrasi dan kelayakan lahan.

“Validasi data 2.630 calon penerima manfaat serta penetapan aplikator rumah tahan bencana di Aceh Timur harus dikawal secara ketat agar kualitas bangunan memenuhi standar teknis, tepat sasaran, serta akuntabel dari sisi administrasi,” ucapnya kepada tirto.id pada Senin (20/7/2026).

Data Penerima dan Rekomendasi Teknologi Huntap

Guna menjamin mutu bangunan, BNPB dan Pemkab Aceh Timur menyepakati penggunaan teknologi rumah tahan bencana yang dieksekusi oleh aplikator teruji dan berkompeten.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur resmi menetapkan 2.630 calon penerima huntap melalui Surat Keputusan Bupati, dengan rincian:

  • Pembangunan di lokasi asal (insitu): 2.033 unit
  • Relokasi komunal: 318 unit
  • Relokasi mandiri: 279 unit
Tim BNPB juga melakukan rekonsolidasi Dana Tunggu Hunian (DTH) Tahap II melalui pemadanan data kependudukan dan validasi lapangan agar bantuan tidak salah sasaran.

“Progres di Aceh Timur sudah menunjukkan arah yang sangat positif. Sekarang fokus utama kita adalah mengakselerasi penyelesaian dokumen administrasi dan kesiapan lahan agar pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak dapat segera tuntas tanpa kendala,” ucap Safrizal kemudian.

Data evaluasi per 13 Juli 2026 menunjukkan kesiapan menuju fase pembangunan permanen semakin kuat. Dari target 3.676 unit huntara, sebanyak 3.596 unit atau 97,8 persen telah selesai dibangun dan seluruhnya telah dihuni masyarakat. Sementara itu, penyaluran Dana Tunggu Hunian Tahap I telah mencapai 420 kepala keluarga atau 97,2 persen dari total penerima, sedangkan proses verifikasi DTH Tahap II terus diselesaikan.

Pada program bantuan rumah rusak sedang dan rumah rusak ringan, BNPB telah mengalokasikan bantuan bagi 5.318 unit rumah. Hingga pertengahan Juli 2026, bantuan telah disalurkan kepada 4.139 penerima. Pendampingan kini difokuskan pada percepatan penyelesaian validasi administrasi dan pencairan bagi penerima yang masih berproses agar seluruh bantuan Tahap I dapat segera dituntaskan.

----

tirto.id merupakan salah satu media di Indonesia yang telah tersertifikasi IFCN (International Fact Checking Network).

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis