tirto.id - Pengelola Pasar Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat akan mengajak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kemayoran pada Rabu (8/7/2020) besok untuk menjemput paksa pedagang yang menolak dilakukannya tes massal COVID-19.
Tes massal COVID-19 yang diselenggarakan Puskesmas Kemayoran sedianya dilaksanakan hari ini, Selasa (7/7/2020) di Pasar Sumur Batu, Kemayoran namun ternyata sepi peminatnya.
"Kami pastikan pedagang yang hari ini menolak ikut tes COVID-19, besok pagi kami akan jemput paksa ke rumahnya bersama Satpol PP Kecamatan untuk dibawa ke Puskesmas Kemayoran," kata Kepala Pasar Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Waluyo di Pasar Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2020) dilansir dari Antara.
Waluyo mengatakan total peserta tes massal COVID-19 yang digelar hari ini di Pasar Sumur Batu tercatat hanya 41 orang pedagang. Jumlah tersebut bahkan tidak mencapai setengah dari total pedagang yang berjumlah 156 orang. Mereka memilih untuk menutup kiosnya untuk menghindari pengetesan.
"Padahal sebenarnya untuk kesehatan diri sendiri dan juga kenyamanan pembeli tapi banyak yang memilih tutup kios untuk menghindari pengetesan," kata Waluyo.
Kata Waluyo, pihaknya juga telah berusaha menjemput para pedagang yang memilih menutup kios pada Selasa ini. Namun tampaknya para pedagang yang rata-rata berdomisili di Kelurahan Sumur Batu itu tetap enggan mengikuti tes usap.
"Jadi kalau tetap tidak mau, terpaksa kami jemput besok," ujar Waluyo.