Menuju konten utama

Parti Libur 2026 Sukses Diadakan di Batu Night Spectacular

Digelar selama dua hari di Batu Night Spectacular (BNS), Parti Libur 2026 berhasil menarik sekitar 18.000 penonton.

Parti Libur 2026 Sukses Diadakan di Batu Night Spectacular
Festival Musik Parti Libur. Foto/ Istimewa
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sepekan setelah digelar, gaung Parti Libur 2026 masih terasa. Penonton dan warganet terus membagikan pengalaman mereka setelah menghadiri festival yang tahun ini mengusung tema Caravan. Tidak hanya konsepnya yang menuai perhatian, pemilihan line-up, desain panggung, aktivasi, hingga berbagai gerakan yang dihadirkan selama festival juga dapat banyak apresiasi.

Pendiri sekaligus CEO Parti Libur, Gahtan Thoriq, bersyukur penyelenggaraan tahun ini berjalan lancar dan mendapat sambutan hangat dari publik.

“Alhamdulillah Parti Libur 2026 berjalan lancar. Semoga Parti Libur bisa menjadi alternatif festival musik yang tumbuh di luar Jakarta,” ujar Gahtan yang merupakan seorang pengusaha di bidang kerajinan kulit.

"Biasanya festival dituntut untuk lebih besar, dengan band besar, dan sebagainya. Di Parti Libur, kami tidak ingin mengikuti pola. Kami ingin punya ciri khas, menghadirkan festival di tempat-tempat yang unik," sambungnya.

Diserbu 18.000 Penonton

Digelar selama dua hari di Batu Night Spectacular (BNS), Kota Batu, Parti Libur 2026 berhasil menarik sekitar 18.000 penonton, melampaui target yang dipasang penyelenggara.

Tema Caravan menjadi identitas utama Parti Libur 2026. Konsep ini memadukan festival musik dengan atmosfer taman hiburan, memanfaatkan berbagai area dan wahana yang sudah ada di BNS.

Pengunjung tidak hanya menikmati konser, tetapi juga dapat menjelajahi wahana permainan, area tematik, serta instalasi visual yang tersebar di seluruh venue.

“Konsep panggung memang sengaja disesuaikan dengan karakter area BNS dan beberapa wahana yang ada di sana, termasuk Magnolia Stage yang berada di area bawah,” jelas Gahtan.

Di balik konsep tersebut, Parti Libur juga mencatat sejumlah pencapaian penting, antara lain menghadirkan 105 penampil, menjadi festival multigenre pertama dengan sembilan panggung di Jawa Timur, serta menghadirkan kolaborasi tak terduga Limbad x DeadSquad. Festival ini juga disebut sebagai salah satu event musik pertama di Indonesia yang digelar di kawasan wahana hiburan dengan pendekatan yang ramah keluarga dan anak.

105 Penampil, 40 Persen Musisi Jawa Timur

Ada satu fakta menarik: dari 105 band dan penyanyi yang tampil, sekitar 40 persen penampil berasal dari Jawa Timur. Ini menegaskan komitmen Parti Libur untuk memberi ruang bagi musisi lokal.

Beberapa nama yang tampil antara lain Silampukau, Begundal Lowokwaru, SATCF, Primitive Chimpanzee, Coldiac, Monohero, Tahu Brontak, Nganchuk Crew, Remissa, Tani Maju, hingga Wake Up Iris!.

Gahtan menyebut keberpihakan terhadap musisi Jawa Timur memang menjadi bagian penting dari semangat Parti Libur.

“Parti Libur lahir dari gerakan kolektif teman-teman di Jawa Timur. Banyak tim produksi yang terlibat juga berasal dari Jawa Timur. Kami ingin memberi ruang bagi band-band lokal sekaligus mempertemukan mereka dengan musisi dari Jakarta dan daerah lain agar ekosistemnya semakin terkoneksi,” katanya.

Keberagaman genre menjadi salah satu kekuatan utama Parti Libur 2026. Penikmat pop, rock, hardcore, reggae, metal, hingga dangdut koplo dapat menikmati pertunjukan tanpa sekat melalui sembilan panggung tematik: Caravan HYPE Stage, Magnolia Stage, Gipsy Stage, High Volt Stage, Wonder Stage, Jumping Jack, Bohemian Disco, Barbossa Stage, dan Joker Stage.

Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan terjadi pada hari pertama ketika DeadSquad menghadirkan kolaborasi bersama Limbad. Saat lagu “Pasukan Mati” dimainkan di Caravan HYPE Stage, musik death metal berpadu dengan aksi debus khas Limbad, menciptakan pertunjukan yang tidak biasa bagi festival musik Indonesia.

Panggung High Volt Stage juga dipanaskan oleh Negatifa, Santet, Black Rawk Dog, dan The Brandals. Selain penampilan enerjik, The Brandals turut menyuarakan pesan solidaritas Free Palestine dari atas panggung.

Sementara itu, Magnolia Stage menjadi salah satu titik terpadat berkat penampilan The Jeblogs, Dongker, Morfem, NTRL, serta kemunculan Sukatani sebagai bintang tamu kejutan.

Atmosfer pesta pada malam pertama semakin terasa lewat penampilan Hasoe Angel dan Ucup Pop setelah set Hindia berakhir.

Memasuki hari kedua pada Minggu (2/8), suasana festival tetap padat sejak siang hingga malam. Udara dingin khas Kota Batu justru menambah kenyamanan ribuan penonton yang terus memadati area festival.

Beberapa penampilan yang paling membekas antara lain Lorjhu’ yang berkolaborasi dengan atraksi Bantengan, Seringai yang membawakan sebagian materi dari album IV: Anastasis, serta penampilan eksplosif Barasuara dan 510 di Caravan HYPE Stage.

Panggung lain juga tak kalah meriah dengan kehadiran The Cloves & The Tobacco, Ali, Kelompok Penerbang Roket, The Upstairs, Biru Baru, hingga Efek Rumah Kaca.

Nama-nama seperti Drizzly, Blingsatan, FARRT!, SATCF, The Milo, Kuburan Band, Ring, dan Aldy Amis turut menyedot perhatian ribuan pengunjung sepanjang hari.

Festival akhirnya ditutup oleh penampilan FSTVLST dan Ndarboy Genk di Caravan HYPE Stage. Pertunjukan kembang api berukuran besar menjadi penanda berakhirnya Parti Libur 2026 sekaligus menutup dua hari penuh musik, pertemuan komunitas, dan pengalaman lintas genre.

Meski penyelenggaraan tahun ini dinilai sukses, Gahtan menegaskan bahwa Parti Libur belum ingin berpuas diri. Ia berharap festival ini dapat terus berkembang bersama ekosistem musik yang mendukungnya.

“Semoga Parti Libur ke depan bisa terus tumbuh bersama ekosistemnya. Kami juga sudah mulai memikirkan berbagai ide untuk Parti Libur tahun depan,” tutup Gahtan.

Baca juga artikel terkait RAGAM DAN HIBURAN atau tulisan lainnya dari Siaran Pers

Penulis: Siaran Pers
Editor: Nuran Wibisono