Menuju konten utama

Pandji Pragiwaksono Dicecar 17 Pertanyaan Soal Sidang di Toraja

Salah satu hal yang ditanyakan tim penyidik Bareskrim Polri adalah siapa saja yang terlibat dalam sidang adat tersebut.

Pandji Pragiwaksono Dicecar 17 Pertanyaan Soal Sidang di Toraja
Komika Pandji Pragiwaksono saat tiba di Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan kedua terkait dugaan penistaan agama adat Toraja, Senin (9/2/2026). tirto.id/Ayu Mumpuni
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Komika Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri selama sekitar dua setengah jam. Pemeriksaan berkaitan dengan pelaporan atas dugaan penistaan agama adat Toraja yang disangkakan kepadanya.

Pandji menerangkan tim penyidik melayangkan 17 pertanyaan terkait sidang adat yang diselenggarakan di Toraja. Salah satu hal yang ditanyakan tim penyidik adalah siapa saja yang terlibat dalam sidang adat tersebut.

"Iya ditanya terkait kehadiran saya di Toraja ketika saya melaksanakan sidang adat Toraja. Pertanyaannya seputar itu dan klarifikasinya sudah diberikan oleh saya. Moga-moga kasusnya bisa cepat selesai," kata Pandji di Mabes Polri, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Menurut Pandji, kemungkinan besar pemanggilan hari ini adalah yang terakhir baginya. Meskipun demikian, dia mengatakan tim penyidik tidak secara terang-terangan menyatakan kasus ini akan diselesaikan melalui restorative justice.

"Mungkin tidak secara langsung ya, hanya saja memang dibahas soal proses sidangnya, apa yang terjadi, apa yang disepakati. Harapannya sih memang itu yang kemudian dikedepankan, restorative justice-nya, karena kan antara saya dengan perwakilan sah dan legitimate dari masyarakat Toraja sudah terjadi," ungkap Pandji.

Pandji menambahkan dirinya percaya bahwa titik terang penuntasan kasus ini sudah ada. Dia pun siap menjalani semua proses yang nantinya diputuskan tim penyidik Bareskrim Polri.

Menurutnya, salah satu hikmah yang didapat dari perjalanan kasus ini adalah bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat adat Toraja. Pandji mengakui sidang adat yang digelar pun berjalan secara demokratis.

"Justru waktu saya bersidang adat di sana itu adalah bentuk dari mediasi tersebut yang sangat legitimate karena dihadiri oleh perwakilan dari 32 wilayah adat. Jadi, semua wilayah adat di Toraja hadir, ada perwakilannya, lalu tujuh hakim ketuanya juga sudah hadir. Jadi, itulah proses mediasi yang sah dan legitimate karena lengkap gitu," tutur dia.

Baca juga artikel terkait BARESKRIM POLRI atau tulisan lainnya dari Ayu Mumpuni

tirto.id - Flash News
Reporter: Ayu Mumpuni
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi