tirto.id - PT Panasonic Manufacturing Indonesia memastikan tak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), menyusul rencana restrukturisasi besar-besaran yang dilakukan oleh induk perusahaannya, Panasonic Holdings Co Ltd. di Jepang.
Klarifikasi ini disampaikan Vice President Director PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Daniel Suhardiman, menanggapi laporan Nikkei Asia dan sejumlah media lainnya yang menyebut Panasonic akan memangkas 10.000 karyawan secara global.
“PHK tidak terjadi di Indonesia,” kata Daniel dalam keterangan resminya, Rabu (15/5/2025).
Ia menjelaskan, Indonesia dan kawasan Asia Tenggara masih menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi global bagi Panasonic. Bahkan, pabrik Panasonic di Indonesia telah menjadi basis ekspor untuk 80 negara, yang menurutnya menunjukkan daya saing industri nasional yang kuat.
“Indonesia mempunyai pasar domestik yang kuat, yang juga didukung kebijakan TKDN pemerintah. Ini merupakan salah satu insentif bagi industri dalam negeri, termasuk Panasonic di Indonesia, untuk terus menambah investasi,” lanjut Daniel.
Sebelumnya, Panasonic Holdings mengumumkan restrukturisasi perusahaan senilai 130 miliar yen atau sekitar 896 juta dolar AS. Langkah ini mencakup konsolidasi operasional, penghentian sejumlah lini bisnis, serta program pensiun dini. Targetnya, pemangkasan 10.000 karyawan dilakukan bertahap hingga 2026, dengan separuhnya berasal dari Jepang dan sisanya di luar negeri.
Tujuan utama perombakan ini adalah meningkatkan laba operasional sebesar 39 persen pada segmen energi, termasuk unit yang memproduksi baterai untuk Tesla dan produsen kendaraan listrik lainnya. Panasonic menargetkan laba unit ini mencapai 167 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2026, naik dari realisasi sebelumnya yang hanya 120,2 miliar yen.
Namun, rencana efisiensi ini juga menyasar unit lain seperti bisnis gaya hidup dan layanan back-office. Hampir setengah dari anggaran restrukturisasi dibukukan di divisi elektronik rumah tangga serta sistem pemanas dan ventilasi.
Meski Indonesia aman dari gelombang PHK, Daniel menekankan pentingnya transformasi berkelanjutan di tengah ketatnya persaingan global. "Transformasi dan inovasi dibutuhkan untuk bertahan, dan perlu terus didukung oleh kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertujuan mengamankan pasar dalam negeri," imbuhnya.
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana
Masuk tirto.id







































